Waduk Gajah Mungkur Surut, Makam Hingga Jembatan Lawas Muncul Kembali

Kompas.com - 10/09/2019, 08:00 WIB
Makam Lawas yang Muncul Kembali saat Waduk Gajah Mungkur Surut (28/9/2018). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAMakam Lawas yang Muncul Kembali saat Waduk Gajah Mungkur Surut (28/9/2018).

WONOGIRI, KOMPAS.comWaduk Gajah Mungkur merupakan salah satu ikon Kabupaten Wonogiri. Waduk ini membentang seluas sekitar 8.800 hektar yang mencakup tujuh kecamatan, yakni Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Baturetno, Giriwoyo, Eromoko, dan Wuryantoro.

Waduk Gajah Mungkur berada sekitar 6 kilometer sebelah selatan Kota Wonogiri. Waduk besar ini biasanya terlihat saat perjalanan dari Kota Wonogiri menuju Kecamatan Pracimantoro atau Baturetno.

Baca juga: Pesona “Sunrise” di Watu Cenik Wonogiri yang Bisa Membuatmu Terpana

Selain bermanfaat untuk pengendali banjir, pertanian, perikanan, hingga wisata, Waduk Gajah Mungkur juga bersejarah. Pembangunan waduk yang dimulai tahun 1976 silam ini menenggelamkan kawasan permukiman di tujuh kecamatan.

Masyarakat terdampak pun banyak yang direlokasi melalui transmigrasi bedhol desa ke beberapa wilayah di Sumatera.

Namun meski sudah ditinggalkan sejak sekitar 39 tahun yang lalu, sisa permukiman masa lalu di Waduk Gajah Mungkur masih bisa dijumpai hingga kini.

Jelajah Waduk Gajah Mungkur yang surut di Kecamatan Wuryantoro

Saat musim kemarau, debit air Waduk Gajah Mungkur akan berkurang. Hal itu ternyata membuat beberapa peninggalan permukiman masa lalu di sana kembali terlihat.

KompasTravel mencoba untuk menelusuri peninggalan masa lalu yang tampak kembali saat Waduk Gajah Mungkur surut pada Hari Minggu sore (8/9/2019) di Kecamatan Wuryantoro.

Bagian Waduk Gajah Mungkur yang surut di musim kemarau. Terdapat beberapa peninggalan masa lalu seperti jembatan, sumur, hingga fondasi bagunan lawas yang bisa ditemukan di sekitar lingkaran.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Bagian Waduk Gajah Mungkur yang surut di musim kemarau. Terdapat beberapa peninggalan masa lalu seperti jembatan, sumur, hingga fondasi bagunan lawas yang bisa ditemukan di sekitar lingkaran.

Akses jalan menuju waduk yang KompasTravel gunakan ada di sebelah timur Pasar Wuryantoro. Jalan itu mengarah ke selatan yang nantinya akan menuju kawasan Waduk Gajah Mungkur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X