Cukup Bayar Rp 5.000 untuk Masuk ke 5 Museum di Jakarta Ini

Kompas.com - 10/09/2019, 09:00 WIB
Beberapa museum di Jakarta menawarkan harga tiket masuk yang terjangkau dalam rangka memperkenalkan budaya dan sejarah di Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta. Dok. Jakarta TourismBeberapa museum di Jakarta menawarkan harga tiket masuk yang terjangkau dalam rangka memperkenalkan budaya dan sejarah di Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - DKI Jakarta merupakan ibukota yang memiliki banyak nilai sejarahnya sehingga memiliki banyak museum yang menyimpan informasi sejarah dan budaya Indonesia hingga mancanegara.

Pada acara Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah hari Minggu 8 September 2019 lalu, terdapat beberapa museum yang turut berpartisipasi untuk memeriahkan pagelaran dan memperkenalkan budaya dan koleksi yang dimiliki masing-masing museum.

Museum-museum yang berpartisipasi itu menawarkan harga yang sama untuk tiket masuknya.

Berikut lima museum di Jakarta yang mempunyai harga tiket masuk seharga Rp 5.000.

Museum Sejarah Jakarta atau yang biasa dikenal masyarakat dengan Museum Fatahillah.Dok. Jakarta Tourism Museum Sejarah Jakarta atau yang biasa dikenal masyarakat dengan Museum Fatahillah.

1. Museum Sejarah Jakarta ( Museum Fatahillah)

Museum Sejarah Jakarta menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini. Selain itu, museum ini menceritakan kota Jakarta sebagai pusat pertemuan budaya dari berbagai kelompok suku dalam maupun luar Indonesia.

Museum ini menonjolkan peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad 16. Koleksi tersebut terdiri dari mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, dan buku-buku.

Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat menarik perhatian pengunjung untuk mengetahui sejarah kota Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

Baca juga: Menguak Sisi Gelap Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Tamansari, Jakarta. Pengunjung dapat pergi ke museum ini dengan mengakses rute Transjakarta ke Halte Transjakarta Jakarta Kota atau rute kereta ke Stasiun KRL Jakarta Kota.

Pengunjung dapat menghubungi museum ini ke nomor 021- 6902387.

Museum Tekstil yang berada di Tanah Abang, Jakarta Pusat.Dok. Jakarta Tourism Museum Tekstil yang berada di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

2. Museum Tekstil

Museum Tekstil Jakarta memiliki koleksi berbagai jenis wastra tradisional seperti batik, tenun ikat, songket, sulaman, jumputan, busana dan aneka peralatan pembuatan wastra yang dipamerkan secara berkala dan tematik di ruang pamer utama.

Tidak hanya koleksi museum, koleksi dari para kolektor, desainer, dan berbagai masyarakat pencinta wastra tradisional dipamerkan di museum ini.

Baca juga: Yuk, Mampir ke Pameran Kain Ulos di Museum Tekstil Jakarta

Sejumlah batik kuno dan perkembangannya dari masa ke masa dipamerkan di galeri batik yang dikelola oleh Yayasan Batik Indonesia dan Museum Tekstil Jakarta.

Pengunjung dapat membawa cinderamata batik tulis kreasi sendiri di pendopo batik, dibawah bimbingan instruktur.

Museum Tekstil berada di Jalan KS. Tubun No 2-4, Palmerah, Jakarta. Pengunjung dapat pergi ke museum ini dengan mengakses rute Transjakarta ke Halte Cililitan-Pluit atau Pinang Ranti-Pluit dan turun di Slipi Petamburan atau rute kereta ke Stasiun KRL Tanah Abang.

Pengunjung dapat menghubungi museum ini ke nomor 021-5606613.

Museum Wayang yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta.Dok. Jakarta Tourism Museum Wayang yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta.

3. Museum Wayang

Berbagai jenis wayang dan peralatan pendukung pertunjukan wayang seperti gamelan dan blencong (lampu untuk penerangan pada layar pertunjukan wayang kulit) menjadi koleksi utama Museum Wayang.

Wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang wahyu, wayang Sasak, wayang potehi, wayang revolusi, wayang suket, wayang Kyai Intan dan berbagai wayang serta boneka dari manca negara turut melengkapi koleksi museum ini.

Baca juga: Rindu Si Unyil? Datang Saja ke Museum Wayang

Setiap hari Sabtu dan Minggu pagi di gelar pertunjukan wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan wayang beber modern dipentaskan secara bergantian untuk pengunjung. Mereka juga dapat menyaksikan film animasi wayang 3D dan dapat belajar membuat wayang dari daun kelapa.

Museum Wayang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27-29, Pinangsia, Tamansari, Jakarta. Pengunjung dapat pergi ke museum ini dengan mengakses rute Transjakarta ke Halte Transjakarta Jakarta Kota atau rute kereta ke Stasiun KRL Jakarta Kota. Pengunjung dapat menghubungi museum ini ke nomor 021- 6929560.

Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta.Dok. Jakarta Tourism Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Kawasan Kota Tua Jakarta.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik terdiri dari beraneka ragam lukisan, patung, dan keramik. Sebagian karya seni lukis Indonesia dapat dijumpai di museum ini sesuai periode tertentu.

Koleksi patung berupa patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali, totem dan patung karya seniman tradisional, modern dan juga akademisi.

Baca juga: Melihat Koleksi Lukisan Keramik dari Masa Penjajahan Belanda

Koleksi keramiknya berupa tembikar dari zaman Majapahit, Banten, juga tembikar modern dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya keramik dari dalam negeri, keramik kuno dari Cina, Vietnam, Thailand, Jepang, Eropa turut melengkapi koleksi di museum ini.

Pengunjung dapat belajar membuat keramik dan melukis di bawah bimbingan instruktur yang berpengalaman.

Museum Wayang ini terletak di Jalan Pos Kota No. 2, Pinangsia, Tamansari, Jakarta. Pengunjung dapat pergi ke museum ini dengan mengakses rute Transjakarta ke Halte Transjakarta Jakarta Kota atau rute kereta ke Stasiun KRL Jakarta Kota.

Pengunjung dapat menghubungi museum ini ke nomor 021-6907062.

Gedung Joang 45 yang dijadikan sebagai museum sehingga dinamakan sebagai Museum Joang 45.Dok. Jakarta Tourism Gedung Joang 45 yang dijadikan sebagai museum sehingga dinamakan sebagai Museum Joang 45.

5. Museum Joeang 45

Museum Joeang 45 memamerkan sejumlah lukisan mengenai peristiwa seputar proklamasi kemerdekaan RI. Terdapat beberapa diorama yang menggambarkan suasana Gedung Menteng 31 pada masa kemerdekaan dan orasi Soekarno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA pada 19 September 1945.

Selain itu, terdapat arsip dokumentasi berupa foto-foto dan patung dada dari para tokoh pergerakan kemerdekaan. Koleksi lain yang terdapat di museum ini adalah tiga kendaraan kepresidenan yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden pertama RI.

Museum ini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang pameran tetap dan temporer yang dilengkapi pojok multimedia, bioskop joang 45 yang menayangkan berbagai film bertema perjuangan dan dokumenter dan perpustakaan umum yang menyediakan berbagai referensi sejarah.

Terdapat ruang anak-anak yang berisi aneka permainan, toko souvenir, foto studio dan plaza outdoor untuk aktivitas teater anak.

Museum Joeang 45 terletak di dalam Gedung Joang '45, Jalan Menteng Raya 31, Jakarta. Pengunjung dapat pergi ke museum ini dengan mengakses rute bus Tanah Abang-Kampung Melayu dan turun di Gedung Joang 45 atau rute Senen-Lebak Bulus dan turun di Halte Canesius.

Pilihan lainnya adalah dengan mengakses rute kereta dari stasiun terdekat menuju stasiun Gondangdia. Pengunjung dapat menghubungi museum ini ke nomor 021-3909148.

 

Kelima museum ini menawarkan biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Museum buka setiap hari Selasa hingga Minggu dan tutup setiap hari Senin.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X