3 Obyek Wisata Yogyakarta yang Ada di Lagu Didi Kempot, Siap-siap Ambyar

Kompas.com - 11/09/2019, 08:00 WIB
Trotoar di sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016) petang. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOTrotoar di sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016) petang.

Tempat ini pun menjadi latar lokasi dalam lirik lagu Didi Kempot berjudul Malioboro. Nama Malioboro pun disebutkan dengan jelas dalam lirik lagu ini. Berikut penggalan lirik di awal lagu berjudul Malioboro:

Lampu bangjo ing prapatan Malioboro. Nganti wengi aku dewean ana kana. Lalu lintas pating sliwer maneka warna. Dha ora ngerti rasane ati ing dada.”

Malioboro, seksenana lelakonku. Nganti saiki tresnaku karo sliramu. Tansah taksiram tetesing eluhku. Nganti suk kapan sliramu eling aku.”

Baca juga: 7 Tempat Wisata Malam Murah di Yogyakarta, Paling Mahal Hanya Rp 3.000

Berikut ini teremahannya:

“Lampu lalu lintas di perempatan Malioboro. Sampai malam aku sendiri di sana. Lalu lintas berlalu-lalang yang beragam. Semua tidak tahu rasanya hati di dalam dada.”

“Malioboro, jadilah saksi kisahku. Sampai sekarang, cintaku untuk dirimu. Selalu kusiram dengan tetes air mataku. Sampai kapan dirimu ingat aku.”

Lagu ini mengisahkan seseorang yang sedang sendiri dalam keramaian Malioboro hingga larut malam. Itu karena kekasih yang telah pergi meninggalkannya.

3. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu obyek wisata yang masih relatif baru di Yogyakarta jika dibanding Pantai Parangtritis dan Malioboro.

Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.
Sesuai namanya, obyek wisata ini dulunya merupakan gunung api pada zaman purba. Selain itu, Nglanggeran menyajikan panorama dari ketinggian yang memukau sehingga banyak dikunjungi wisatawan.

Gunung Api Purba Nglanggeran pun menjadi latar belakang kisah galau pada lagu Didi Kempot berjudul Banyu Langit. Berikut ini adalah penggalan lirik lagu Banyu Langit:

Adheme Gunung Merapi Purba, melu krungu swaramu ngucapne apa. Adheme Gunung Merapi Purba, sing ning Nglanggeran, Wonosari, Yogyakarta.”

Berikut ini terjemahannya:

“Dinginnya Gunung Merapi Purba, ikut mendengar suaramu mengucapkan apa. Dinginnya Gunung Merapi Purba, yang di Nglanggeran, Wonosari, Yogyakarta.”

Baca juga: Menikmati Syahdunya Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul

Hampir sama dengan lagu berjudul Parangtritis. Lagu Banyu Langit juga mengisahkan seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya. Padahal sang kekasih sudah berjanji ketika di Nglanggeran bahwa perginya hanya sebentar saja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X