BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek

Zaman Modern, Keluar Bandara Enggak Perlu Ribet...

Kompas.com - 13/09/2019, 08:02 WIB
Seremoni Sambung Pita oleh Gojek, Angkasa Pura II dan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (Maesa) disaksikan oleh perwakilan Kemenhub dan Kemenkominfo meresmikan fitur GoCar Instan, Selasa (10/9/2019). Dok. Gojek Seremoni Sambung Pita oleh Gojek, Angkasa Pura II dan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (Maesa) disaksikan oleh perwakilan Kemenhub dan Kemenkominfo meresmikan fitur GoCar Instan, Selasa (10/9/2019).

KOMPAS.com – Seorang pria dengan kaos berkerah putih serta kacamata hitam keluar dari pintu kedatangan internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Rangga, begitu pria tersebut akrab disapa. Dengan wajah semringah dan perasaan sedikit berdebar, ia berjalan ke luar untuk menginjakkan kaki di kota yang telah ditinggalkan selama ratusan purnama.

Tujuannya memang untuk perjalanan dinas dari kantornya. Namun, kesempatan kembali ke Jakarta tak ia sia-siakan begitu saja untuk bertemu kekasih lamanya, Cinta.

Seperti Rangga, bagi sebagian penumpang pesawat akan merasakan hal yang sama ketika menginjakkan kaki di pintu kedatangan bandara. Perasaan gembira, haru, serta semangat bercampur aduk saat mereka kembali menginjakkan kaki di Jakarta.

Asal tahu saja, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta yang terletak di Provinsi Banten merupakan bandara tersibuk di Indonesia, dengan jumlah pergerakan mencapai lebih dari 66,9 juta penumpang per tahun pada 2018.

Bahkan, melansir Kompas.com, Kamis (14/3/2019), Bandara Soekarno-Hatta menempati urutan ke-18 setelah Bandara Ataturk Istanbul di Turki yang menempati urutan ke-17.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan setiap harinya terdapat sekitar 200.000 penumpang di bandara ini.

Fasilitas yang terintegrasi

Dengan semakin sibuknya Bandara Soekarno-Hatta, Agus menyadari bahwa fasilitas yang saling terintegrasi dan mudah digunakan adalah salah satu kunci. Tujuannya agar bandara ini menjadi makin nyaman bagi penumpang yang singgah.

“Teknologi informasi saat ini menjadi tulang punggung dalam meningkatkan kualitas layanan di bandara-bandara Angkasa Pura II (termasuk Bandara Soekarno-Hatta) kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (10/9/2019).

Salah satu layanan yang mendukung layanan bandara yakni fitur pemesanan transportasi online on the spot yang dilengkapi oleh solusi pengelolaan antrian serba praktis.

Melihat peluang tersebut, Gojek sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa ride hailing pun meluncurkan fitur GoCar Instan, Selasa (10/9/2019).

Co-Founder Gojek Kevin Aluwi berpendapat, hadirnya GoCar Instan di Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu solusi yang diberikan Gojek untuk membantu konsumen mendapatkan kendaraan dengan cepat tanpa mengganggu kelancaran arus kendaraan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Angkasa Pura II atas sambutan hangat serta keterbukaan untuk mengadopsi teknologi yang memudahkan mobilitas pengguna bandara. Untuk itu, kami menghadirkan fitur baru, GoCar Instan di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Kevin.

Peresmian Titik Jemput GoCar Instan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/9/2019).Dok. Gojek Peresmian Titik Jemput GoCar Instan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/9/2019).

Solusi penumpukan kendaraan

Gojek, lanjutnya, melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat.

“Alhasil, kami hadirkan fitur GoCar Instan ini agar pemesan layanan dan mitra driver cepat bertemu dan dapat langsung berangkat,” ujar Kevin.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani mengatakan, telah menunggu momen di mana GoCar hadir di Bandara Soekarno-Hatta.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana pihak perusahaan penyedia layanan dapat memberikan tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi bagi para penggunanya, serta memastikan para pengemudi mematuhi peraturan yang ada,” ungkap Ahmad Yani.

Dia berharap, setelah ini layanan GoCar Instan agar bisa pula dihadirkan di bandara-bandara lain di Indonesia.

“Setelah Bandara Soekarno-Hatta, saya berharap GoCar Instan dapat tersedia di 17 bandara lain yang dikelola Angkasa Pura II seperti Bandara Raden Inten Lampung, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Bandara Kuala Namu Medan, serta bandara-bandara lainnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, titik jemput GoCar Instan di Bandara Soekarno-Hatta terdapat di semua terminal, yakni Terminal Kedatangan 1A, 2D, 2E, 2F, dan Terminal 3 Domestik serta Internasional.

Agus Haryadi mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran teknologi Gojek di bandara.

“Melalui kerja sama dengan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (MAESA), kami harapkan ini memberikan tambahan alternatif moda transportasi bagi pengguna jasa bandara yang cepat, andal, dan mudah. Hal ini sejalan dengan visi bandara Soekarno-Hatta yaitu Connected Smart Airport,” tutup Agus.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya