Nikmati Rujak Nibong yang Tersohor, Ini Tempat Aslinya...

Kompas.com - 17/09/2019, 14:53 WIB
Rujak di Desa Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara KOMPAS.com/MASRIADI SAMBORujak di Desa Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara


ACEH UTARA, KOMPAS.com – Jam baru menunjukan pukul 14.30 WIB, Senin (16/9/2019). Di langit, matahari bersinar terik-teriknya. Sungguh panas menyengat.

Mobil kami tumpangi menepi ke sisi kanan jalan jalur pipa tepatnya di Desa Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara. Di situlah letak Pondok Rujak Nibong yang tersohor itu.

Pohon angsana membuat pondok berkontruksi kayu itu semakin sejuk. Meski matahari terik, pengunjung tetap ramai. Siang menjelang sore itu sejumlah pegawai negeri mulai dari guru, pelajar, dan mahasiswa duduk di sana.

Baca juga: 5 Fakta tentang Rujak Cingur, Kuliner Wajib Santap dari Surabaya

Warung itu menyediakan tiga jenis rujak, mulai dari rujak manis, rujak pedas dan rujak colek. Rujak colek berupa potongan buah yang dimakan dengan bumbu kacang.

“Saya dirikan sejak tahun 1990 lalu sampai sekarang. Alhamdulillah, terus ada pelanggan,” kata Sofyan, pemilik warung itu.

Pria yang akrab disapa Bang Yan itu menyebutkan warung itu mulai melayani pembeli sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang magrib.

Baca juga: Rujak Pakai Kecombrang, Bagaimana Rasanya?

Lokasi itu tepat di depan kantor Poin A, PT Pertamina Hulu Energi (dulu Exxon Mobil). Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pesawat atau helikopter milik terbang dan mendarat di bandara milik perusahaan itu.

Pembeli di warung rujak  Desa Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh UtaraKOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pembeli di warung rujak Desa Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara

Karena dekat bandara, warung ini menjadi ramai saban sore. Masyarakat menyaksikan penerbangan sembari menikmati penganan rujak. Harga jual pun relatif murah. Hanya Rp 15.000 per porsi.

Dalam sehari, sebut Bang Yan, dia bisa menghabiskan 50 kilogram buah. Aneka buah yang digunakan mulai buah delima, nenas, apel, pepaya, kedondong, dan lain sebagainya.

Baca juga: 5 Fakta dari Festival Rujak Uleg di Surabaya yang Batal Digelar

Untuk rujak manis seluruh buah dihancurkan dengan blender dan ditambah es. Rasa dingin dan campuran pedas menjadi satu. Rasanya sangat segar di tenggorokan.

Sedangkan rujak pedas, aneka buah yang dipotong-potong itu dilumuri bumbu pedas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X