Taj Mahal Buka Malam Hari Setiap Purnama

Kompas.com - 18/09/2019, 20:05 WIB
Taj Mahal di Agra, India utara, merupakan salah satu destinasi utama wisatawan asing jika melakukan perjalanan ke negara itu. Reuters/Cathal McnaughtonTaj Mahal di Agra, India utara, merupakan salah satu destinasi utama wisatawan asing jika melakukan perjalanan ke negara itu.

KOMPAS.com – Seperti banyak atraksi dunia yang paling terkenal, Taj Mahal India telah mengatasi efek overtourism. Namun, solusi terbaru untuk mengelola kerumunan di ikon India ini adalah tentang bagaimana mengontrol kerumunan.

Pejabat untuk Pariwisata di Agra, kota tempat Taj Mahal berdiri, mengumumkan bahwa situs itu akan terbuka pada malam bulan purnama setiap bulan, kecuali Ramadhan, serta untuk dua malam pada setiap akhir malam bulan purnama. Totalnya lima malam per bulan.

Baca juga: Sekarang, Wisatawan Cuma Boleh di Taj Mahal Selama 3 Jam

Saat ini, Taj Mahal buka untuk umum dari matahari terbit sampai matahari terbenam setiap hari kecuali hari Jumat.

Langkah baru ini akan memberikan kesempatan tambahan bagi pengunjung untuk menjelajahi Taj Mahal, yang telah terdaftar dalam Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983 ini.

Selain dapat mengakomodasi lebih banyak pengunjung dengan cara membuka pada malam tertentu, pengunjung juga akan berkesempatan untuk melihat sisi yang berbeda dari Taj yang bermandikan cahaya bulan dan mengimbangi marmer putih.

Taj  Mahal dibangun pada masa Sultan Mugha Shah Jahan pada abad ke-17. Taj Mahal lalu dianggap sebagai salah satu atraksi terkemuka di dunia dan merupakan obyek wisata yang paling banyak dikunjungi di seluruh India.

Namun, ini bukan pertama kalinya perubahan di Taj Mahal terjadi untuk menghadapi overtourism. Pada bulan Desember 2018, harga tiket naik dari 50 Rupee (70 sen) ke 250 Rupee untuk warga India dan 1100 Rupee, dengan tambahan 200 Rupee untuk mengunjungi makam utama, diperuntukkan wisatawan asing.

Baca juga: Di Malang, Ada Masjid yang Disebut Mirip Taj Mahal

Wisatawan juga tetap dibatasi waktu berkunjung yaitu hanya selama tiga jam untuk mengunjungi ikon landmark India ini dalam rangka membantu mengontrol kerumunan.

Agar dapat memesan tiket untuk malam bulan purnama, wisatawan harus menghubungi kantor arkeologi survei India di 22 Mall Road di Agra atau melalui telepon di +91 562 222 7261.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN Travel
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X