KILAS

Homepod, Solusi Kemenpar Tingkatkan Jumlah Amenitas di Labuan Bajo

Kompas.com - 21/09/2019, 13:08 WIB
Kemenpar merealisasikan nomadic amenities homepod di Desa Wisata Liang Ndara, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/9/2019). Dok. Humas KemenparKemenpar merealisasikan nomadic amenities homepod di Desa Wisata Liang Ndara, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/9/2019).

"Kadisparbud Augustinus Rinus selalu memperlihatkan dukungan dalam program yang diluncurkan pemerintah pusat. Hal itu membuktikan jika ia sangat serius mengembangkan pariwisata di Manggarai Barat," tambahnya.

Portable

Amenitas ini, tambahnya, bersifat portable. homepod bisa dipindah dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun. Hal ini mungkinkan karena homepod adalah bangunan semi-fixed. Beratnya sekitar dua ton dan bisa dibongkar pasang. 

“Saat membangun kita tidak perlu berpikir dan tak perlu begitu banyak pertimbangan. Berbeda halnya jika membangun hotel yang permanen,” imbuh Menpar Arief.

Menpar mengatakan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, 75.000 desa, dan ratusan destinasi indah. Kalau harus membangun hotel konvensional, perlu waktu yang sangat lama untuk bisa beroperasi.

 

Baca juga: Gandeng Nam Air, Kemenpar Promosikan Wisata Kuliner Semarang

"Homestay pun menurut saya masih kurang cepat. Maka, saya umumkan bahwa saya akan memberikan insentif bagi orang yang masuk ke Nomadic Tourism,” paparnya

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman menambahkan, homepod memperkaya amenitas di Labuan Bajo.

“Sekarang wisatawan tidak perlu lagi ragu untuk datang ke Labuan Bajo. Sebab, pilihan amenitasnya semakin banyak dan lengkap, kususnya setelah adanya homepod,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Destinasi Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Herybertus GL Nabit mengatakan, tambahan amenitas memang sangat dibutuhkan di Labuan Bajo. Sebab, kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Baca juga: Kemenpar Genjot Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Labuan Bajo pada 2018 sebesar 91.330 dan wisatawan nusantara (wisnus) sekitar 71.132,” paparnya.

Sementara untuk 2019, kawasan ini diproyeksikan bisa menghadirkan 500.000 wisman dan 1.000.000 wisnus.

"Dengan jumlah yang terus naik itu, kami juga membutuhkan amenitas. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, khususnya saat musim liburan," pungkas Herybertus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X