Pengunjung KTF 2019 Dapat Tiket Pesawat PP ke Thailand Rp 1,45 Juta

Kompas.com - 22/09/2019, 18:19 WIB
Suasana acara Kompas Travel Fair 2019, di Jakarta Convention Center, Jumat (20/9/2019). Pameran pariwisata yang berlangsung hingga 22 September 2019 ini diadakan serentak di tiga kota besar lainnya, yaitu Surabaya, Medan, dan Makassar. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSuasana acara Kompas Travel Fair 2019, di Jakarta Convention Center, Jumat (20/9/2019). Pameran pariwisata yang berlangsung hingga 22 September 2019 ini diadakan serentak di tiga kota besar lainnya, yaitu Surabaya, Medan, dan Makassar.


JAKARTA, KOMPAS.com - Hari terakhir penyelenggaraan Kompas Travel Fair (KTF) masih diramaikan oleh pengunjung yang berburu tiket pesawat murah.

KTF yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan pada  20-22 Septermber 2019 menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk menemukan tiket pesawat dengan ramah kantong.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah, Promo dari 13 Maskapai di Kompas Travel Fair 2019

"Tiket pesawatnya saya beli untuk keThailand dapat Rp 1.450.000 pulang, pergi menggunakan Malaysia Airlines," jelas Yuli (41) pengunjung Kompas Travel Fair dari Jakarta saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (22/09/2019).

Ia menjelaskan bahwa tiket tersebut nantinya akan digunakan liburan sekeluarga di Thailand, dan sengaja mengunjungi Kompas Travel Fair untuk mendapatkan tiket murah. Tiket yang Yuli dapat tersebut sudah termasuk promo cashback dari CIMB Niaga.

"Harga normalnya kan Rp 3.050.000 terus dapat cashback dari CIMB Niaga, terus karena dapat potongan Rp 1,5 juta jadi hanya Rp 1.450.000. Beruntung dapat promo ini di Kompas Travel Fair, harganya jadi murah," jelasnya.

Senada dengan Yuli, pengunjung lain Agus (56) juga mendapatkan tiket relatif murah. 

Rencananya berpergian ke Amerika bisa direalisasikan oleh Agus dengan tiket Jakarta ke Los Angeles, Amerika Serikat pulang pergi seharga Rp 13,8 juta.

Aneka promo tiket pesawat di Kompas Travel Fair 2019, di Jakarta Convention Centre, Senayan, Minggu (22/09/2019). Pada hari terakhir pelaksanaan pengunjung masih berburu tiket pesawat murah tujuan domestik dan internasional.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Aneka promo tiket pesawat di Kompas Travel Fair 2019, di Jakarta Convention Centre, Senayan, Minggu (22/09/2019). Pada hari terakhir pelaksanaan pengunjung masih berburu tiket pesawat murah tujuan domestik dan internasional.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah, Promo dari 13 Maskapai di Kompas Travel Fair 2019

"Saya dari Bogor sengaja ke sini (Jakarata Convention Center, Senayan) untuk cari tiket murah. Sudah dapet tiket dari Singapore Airlines untuk penerbangan Jakarta ke Los Angeles," kata Agus (56)

Agus bersama istrinya menjelaskan bahwa tanpa harga promo, tiket ke Amerika Serikat dari Jakarta bisa mencapai Rp 30 juta untuk satu orang.

"Biasanya tanpa promo tanpa diskon bisa Rp 27 juta, Rp 30 juta. Jadi syukurlah bisa dapat harga segitu (Rp. 13,8 juta) di Kompas Travel Fair,' ujarnya.

Baca juga: Wisata Taiwan Ramah Muslim di KTF, Paket Lengkapnya Hanya Rp 6 Juta-an

Selain Yuli dan Agus, pengunjung lain bernama Vita juga mendapat tiket murah untuk pergi ke Taipei, Taiwan seharga Rp 5,8 juta dengan mengunakan Cathay Pacific.

"Pertama cuma mau cari informasi tetapi tadi ada yang Rp. 5,8 juta. Itu high seassion tanggal 15 sampai 25 Desember 2019, ya lumayan jadi langsung diambil" jelas Vita (45) dari Jakarta.

Kompas Travel Fair merupakan ajang pameran wisata tahunan yang cocok untuk para pejalan berburu tiket murah. Tahun ini ada 13 maskapai yang ikut serta memberikan promo harga spesial bagi para pejalan. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X