Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Tempat Wisata di Ubud dan Sekitarnya

Kompas.com - 23/09/2019, 07:00 WIB
Albert Supargo,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

Setiap pukul19.30 Wita, akan diselengarakan pentas kesenian tari seperti Tari Barong atau Tari Legong Keraton.

Istana berlokasi lengkap di pusat Jalan Raya Utama Ubud. Untuk masuk ke area istana, kamu tidak akan dikenai biaya.

7. Ubud Art Market

Ubud Art Market menjadi pusat belanja oleh-oleh khas Bali di Ubud. Sesuai dengan namanya, kamu bisa membeli aneka hasil seni karya masyarakat Bali.

Barang-barang yang dijual di pasar ini seperti, Baju kaos yang dihiasi sablon topeng barong Bali, cincin serta kalung perak desain khas Bali, kain pantai, camilan khas Bali, lukisan serta patung dengan ukiran khas Bali, dan masih banyak lagi.

Lokasi Ubud Art Market sangat dengat dengan Puri Ubud, tepatnya berada di Jalan Raya Ubud No.35. Biasanya, pasar ini beroperasi dari pukul 04.00-18.00 Wita. Sangat disarankan untuk membawa uang tunai karena mayoritas kios tidak menyediakan mesin debit. 

8. The Blanco Renaissance Museum

Museum Blanco Renaissance adalah sebuah museum yang berlokasi di Ubud. Berawal dari keinginan Antonio Blanco, seorang pelukis untuk suatu hari nanti memiliki museum yang akhirnya terwujud di Ubud. Isi museum didominasi dengan lukisan-lukisan fenomeal dari Antonio Blanco sendiri.

Museum ini mencampurkan karakteristik budaya tradisonal Bali dengan gaya melukis ala Eropa. Berbagai fasilitas juga disediakan oleh pengelola museum bagi wisatawan yang datang. Seperti restoran, art shop, toilet dan ruang santai.

Lokasinya beralamat di Desa Campuan, Ubud Bali dan buka setiap hari, jam 09:00 – 17:00 Wita Wisatawan lokal dapat masuk dengan membayar tiket sebesar Rp 30.000 per orang, sedangkan wisatawan asing Rp 50.000 per orang.

9. Sawah Terasering Tegalalang

Merupakan salah satu objek wisata untuk kamu pecinta alam. Sawah Terasering Tegalalang menawarkan ruang hijau yang luas, lengkap dengan panorama alam khas Bali. Kamu dapat menikmati suasana ala perdesaan di tengah ramainya Ubud.

Kamu juga dapat menikmati makanan sambil melihat permandangan ini di restoran yang tersedia di pinggir jalan. Mayoritas restoran menyediakan sajian khas dari Bali.

Lokasinya berada di desa Tegalalang Ubud. Biasanya kamu akan diminta biaya sekitar Rp 10.000 untuk kontribusi ke warga lokal. 

10. Arung Jeram Sungai Ayung

Untuk kamu pecinta wisata alam, kamu harus mencoba melakukan arung jeram. Sungai Ayung menjadi salah satu tempat arung jeram favorit para turis. Arung jeram ini dikategorikan sebagai kelas dua yang cocok untuk pemula, jadi kamu tidak perlu takut untuk mencoba.

Di perjalanan arung jeram, kamu akan disuguhkan panorama alam di kanan dan kiri sungai. Tidak hanya itu, ditengah kamu juga dapat melihat seni ukir khas Bali yang terukir pada dinding sungai Ayung.

Kamu bisa datang ke Jalan Raya Ubud, Ubud, Kecamatan Ubud. Kamu akan dikenai biaya sekitar Rp350.000-Rp550.000 per orangnya, tergantung dari paket wisata arung jeram.

11. Desa Wisata Nyuh Kuning Ubud

Bagi kamu pecinta budaya Bali, jangan lupa untuk mengunjungi desa wisata ini. Kamu dapat merasakan budaya dan adat penduduk Desa Nyuh Kuning yang masih tradisional menjadikannya salah satu situs wisata budaya di Bali.

Rumah-rumah warga dapat dijadikan tempat menginap, kamu juga dapat berbaur dengan penduduk lokal dan merasakan suasana Bali tempo dulu. Ada juga tempat makan yang menyajikan makanan tradisional Bali. Pada malam hari, kamu dapat melihat berbagai tarian tradisional khas Bali dengan membayar Rp 10.000 saja.

Wisata desa ini berada di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Kecamatan Ubud. Untuk sekedar berjalan-jalan disini, kamu tidak akan dikenai biaya masuk.

12. Desa Petulu

Selain Desa Wisata Nyuh Kuning Ubud, ada juga Desa Petulu. Desa ini menjadi tempat koloni tetap untuk habitat burung bangau yang dalam bahasa Bali disebut juga kokokan atau kokoan. Kamu dapat mengamati pola hidup burung ini sambil mendengarkan kicauannya yang menenangkan.

Burung kokokan dipercaya menjadi pengawal Ida Bhatara di Pura setempat. Mereka juga menjaga desa dari gangguan hama persawahan. Tidak heran, populasi burung kokokan yang mencapai ribuan ini menyatu dengan kehidupan warga Desa Petulu.

Desa ini berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Disarankan untuk datang di sore hari karena disaat inilah ribuan burung kokoan kembali ke sarangnya. Bila kamu datang di siang hari, kamu hanya dapat menemukan burung kokoan jantan saja.

13. Museum dan Galeri Seni Rudana Ubud

Museum ini meramaikan deretan museum seni yang berada di Bali. Sesuai dengan namanya, museum ini dimiliki oleh seniman sekaligus kolektor seni bernama Nyoman Rudana. Museum yang berdiri 11 Agustus 1995 ini, menawarkan beragam koleksi seni dari seniman ternama di dunia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com