Es Selendang Mayang, Jajanan yang Semakin Sulit Ditemukan

Kompas.com - 24/09/2019, 12:00 WIB
Es Selendang Mayang yang dijual oleh  Jaip KOMPAS.COM/ALBERT SUPARGOEs Selendang Mayang yang dijual oleh Jaip

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari beragam jenis makanan khas Betawi, beberapa di antaranya susah ditemui. Salah satunya adalah es selendang mayang.

Kata 'selendang' berasal warna hijau dan merah yang berada di ujung kue, layaknya selendang penari. Sementara 'mayang' merujuk pada arti manis dan kenyal.

Es selendang mayang dibuat dengan resep yang diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1940-an.

Baca juga: Panas-panas, 5 Minuman Es Asli Indonesia Ini Bikin Segar

Seiring perkembangan zaman, banyak camilan luar yang masuk ke Indonesia. Hal ini mengeser popularitas es selendang dan membuatnya susah ditemukan.

Penasaran seperti apakah es selendang mayang? Kamu bisa menemukan penjual es ini di daerah wisata Kota Tua Jakarta, Jakarta Utara, tepatnya di jalan sekitar pelataran Stasiun Jakarta Kota.

Salah satu penjualnya bernama Jaip. Ia mengaku sudah berjualan es selendang mayang selama 12 tahun.

Jaip, pedangang es selendang mayang yang bisa kamu temui di kawasan Kota TuaKOMPAS.COM/ALBERT SUPARGO Jaip, pedangang es selendang mayang yang bisa kamu temui di kawasan Kota Tua

“Dulu harganya masih Rp 2.000 tapi sekarang gara-gara ngikutin zaman jadinya seporsi Rp 5.000,” kata Jaip sambil memegang gelas plastik yang menjadi wadah es selendang mayang, saat ditemui Kompas.com di Kota Tua Jakarta, Senin (16/9/2019).

Jaip menjelaskan cara pembuatan es ini. Bahan yang paling penting dalam pembuatan adonan kuenya adalah tepung kue dan sagu aren.

Baca juga: Toge Panyabungan, Es Segar dari Mandailing Natal Sumut

Kedua bahan ini akan dicampur dengan air dan dimasak perlahan di kompor.

“Untuk buat kuenya perlu satu jam dimasak, tapi kan nggak langsung jadi habis dimasak. Dinginnya bisa sampai enam jam, baru kenyal,” ujar Jaip.

Baca juga: 6 Minuman Orang Betawi Kuno yang Masih Eksis Hingga Kini

Setelah itu, adonan akan diwarnai dengan pewarna makanan yaitu pada bagian ujungnya. Adonan yang sudah matang, dipotong tipis melebar seperti kue lapis.

Selanjutnya kue akan dipadukan dengan sirup gula merah, es batu, dan santan. Rasanya manis sekaligus gurih karena perpaduan santan dan gula merah.

Adonan kue dari es selendang mayangKOMPAS.COM/ALBERT SUPARGO Adonan kue dari es selendang mayang
Jaip mengaku bisa menjual sampai 80 porsi es ini dalam sehari.

“Itu saya juga tidak sendiri, ada teman saya dua lagi yang jualan hal yang sama sekitaran sini,” ujar Jaip.

Bagi dia, jumlah ini tergolong sedikit. Sepuluh tahun lalu, ia mengaku bisa menjual hingga 300 porsi es.

Baca juga: Dodol, Si Lengket yang Merekatkan Orang Betawi

“Tahun 2010-an, itu saya bisa tiga kali bolak-babik rumah saking sering banget habis. Sekarang satu kali juga syukur,” ujar Jaip.

Bila kamu berniat menicicpi minuman es satu ini, Jaip dan teman-temannya biasanya berjualan dari jam 08.00-11.00 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X