Upacara Pun Jadi Cara TTU Rawat Budaya Adatnya..

Kompas.com - 24/09/2019, 21:46 WIB
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes (tengah) dan Bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora, Anggota DPRD NTT Dolvianus Kolo dan sejumlah ASN mengenakan busana adat, usai upacara bendera, di kantor Bupati TTU, Minggu (22/9/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHOBupati TTU Raymundus Sau Fernandes (tengah) dan Bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora, Anggota DPRD NTT Dolvianus Kolo dan sejumlah ASN mengenakan busana adat, usai upacara bendera, di kantor Bupati TTU, Minggu (22/9/2019)

KUPANG, KOMPAS.com—Ada banyak cara untuk merawat budaya. Bagi Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Nusa Tenggara Timur ( NTT), upacara peringatan hari ulang tahun pun bisa menjadi salah satu cara.

Pada peringatan hari ulang tahun ke-97 Kota Kefamenanu—ibu kota kabupaten ini—, Minggu (22/9/2019), seluruh peserta upacara mengenakan busana adat dari beragam etnis di wilayahnya. Ada tiga wilayah besar di Kabupaten TTU, yaitu Miomafo, Insana, dan Biboki.

"Tidak boleh malu mengenakan perangkat-perangkat adat yang diwariskan nenek moyang kita," ujar Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Minggu.

Selain aparatur sipil negara (ASN), upacara tersebut diikuti pula oleh rombongan pelajar setempat.

Raymundus memimpin upacara dengan mengenakan pakat adat motif Insana. Di antara tamu, ada Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora, yang mengenakan pakaian motif serupa dengan Raymundus.

Menurut Raymundus, salah satu tujuan dari pengenaan pakaian adat dalam upacara ini memang untuk melestarikan warisan leluhur masyarakat.

Pengaruh zaman, kata Raymundus, tidak boleh menghilangkan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Warisan budaya justru harus terus dijunjung karena itu dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi persaingan di masa mendatang, termasuk pengaruh asing.

Karena itu, lanjut Raymundus, upacara hari jadi Kota Kefamenanu dijadikan sebagai kebangkitan masyarakat TTU untuk melestarikan budaya.

"Pemerintah daerah ingin menyampaikan kepada publik dan masyarakat agar tidak lupa terhadap budaya mereka meskipun zaman sudah canggih," ujar Raymundus.

Beragam kegiatan digelar pula dalam rangka peringatan ulang tahun ini. Misal, pameran pembangunan dan pasar rakyat. Semua kegiatan, ujar Raymundus, berkaitan dengan kreativitas yang diharapkan memacu bakat orang-orang muda untuk lebih percaya diri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X