Festival Kampung Cempluk, Menjaga Persatuan dengan Nilai Tradisi

Kompas.com - 25/09/2019, 05:00 WIB
Repelika cempluk raksasa saat diarak di Festival Kampung Cempluk ke-9 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKRepelika cempluk raksasa saat diarak di Festival Kampung Cempluk ke-9 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019)

MALANG, KOMPAS.com – Reog Brawijaya tampil memukau dalam Festival Kampung Cempluk ke 9 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019). Atraksi mahasiswa dengan kesenian asal Pononorogo itu mampu mencuri perhatian penonton.

Di belakangnya terdapat sejumlah penampilan lainnya. Berbagai seni dan budaya serta tradisi di kemas dalam festival yang berlangsung setiap tahun.

Baca juga: 15 Tempat Wisata di Malang dan Batu, Cocok untuk Keluarga

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengatakan, Festival Kampung Cempluk merupakan wujud dari sikap gotong royong yang menjadi cerminan masyarakat Indonesia.

“Semangat gotong royong bahwa mereka bisa gotong royong dengan tetangga. Karena ini sangat diperlukan, ketika kita bicara persatuan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampat Rote. Itu kan abstrak. Apa gunanya konsep bersatu kalau di kampung sendiri antar warga tidak saling bekerja sama,” katanya, Minggu (22/9/2019).

Reog Brawijaya saat tampil dalam Festival Kampung Cempluk ke-9 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Reog Brawijaya saat tampil dalam Festival Kampung Cempluk ke-9 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019)

Selain itu, Hariyono mengatakan bahwa festival itu mampu memelihara tradisi yang ada di masyarakat. Hal ini akan menjadi modal sosial untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat yang sudah mengenal tradisi dan kebudayaan di daerahnya tidak akan mudah di dipecah belah.

“Ketika masyarakat sudah akrab dengan tradisi kebudayaan biasanya dia tidak akan terpengaruh dengan ideologi yang anti dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan,” jelasnya.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Nuhfil Hanani mengatakan, festival itu akan mensinergikan antara kampung dan kampus. Sehingga, masyarakat di sekitar kampus tidak teralienasi dengan keberadaan kampus tersebut.

Baca juga: Iklim Kembali Seperti 20 Tahun Lalu, Yuk Liburan ke Malang!

“Kita akan memberdayakan masyarakat di sini supaya ekonominya semakin maju. Nanti bareng-bareng. Apa yang dimaui masyarakat kita sesuaikan dengan potensi yang Brawijaya punya,” jelasnya.

Penggagas Festival Kampung Cempluk, Redy Eko Prastyo mengatakan, festival kali ini mengangkat tema kampung sebagai serambi utama negeri. Tema ini untuk mengukuhkan bahwa kampung tidak lagi menjadi nomor dua dalam pembangunan nasional.

“Kampung yang selama ini dapat stigma nomor dua harus dirubah. Kampung harus jadi nomor satu dalam pembangunan di Indonesia,” katanya.

Seorang peserta membawa cempluk dalam Festival Kampung Cempluk ke-9 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Seorang peserta membawa cempluk dalam Festival Kampung Cempluk ke-9 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (22/9/2019)

Festival itu akan berlangsung selama satu minggu. Sejumlah pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan persatuan akan dihadirkan dalam festival itu.

Pembina Reog Brawijaya, Denny Widhiyanuriyawan mengatakan, penampilan Reog Brawijaya yang membuka festival itu sebagai salam satu wujud pengabdian Universitas Brawijaya terhadap masyarakat. Terutama masyarakat yang mendiami kampung di sekitar kampus UB.

Baca juga: 4 Rekomendasi Kuliner Sekitar Jalur Mudik Surabaya-Pasuruan-Malang

“Kita penampilan khusus berkontribusi untuk acara ini supaya dekat dengan kampung yang lokasinya dekat dengan kampus. Karena Kalisongo berbatasan dengan Kampus 2 UB. Dengan berkolaborasi seperti ini, kita harapkan kampus tidak lagi sebagai menara gading,” kata Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Makan Makan
Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Makan Makan
Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Makan Makan
Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Jalan Jalan
Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Jalan Jalan
Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Whats Hot
Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Whats Hot
McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

Makan Makan
Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Whats Hot
Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Whats Hot
3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

Whats Hot
Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Travel Tips
Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Whats Hot
5 Promo Tiket Pesawat Terbaru dari Sriwijaya Air

5 Promo Tiket Pesawat Terbaru dari Sriwijaya Air

Promo Diskon
AirAsia Beri Promo Diskon 30 Persen Tiket Pesawat Domestik dan Luar Negeri

AirAsia Beri Promo Diskon 30 Persen Tiket Pesawat Domestik dan Luar Negeri

Promo Diskon
komentar di artikel lainnya
Close Ads X