Dulu Terkenal Mewah Lalu Mati, Bioskop Permata Berusaha Bangkit

Kompas.com - 25/09/2019, 19:01 WIB
Bioskop Permata Yogyakarta tampak depan tahun 2017 Nicholas RyanBioskop Permata Yogyakarta tampak depan tahun 2017

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Yogyakarta dengan segala hiruk pikuk kotanya yang semakin membahana, menyimpan banyak cerita, mulai dari budaya hingga perfilmannya.

Adalah Bioskop Permata, salah satu pelopor tempat masyarakat Yogyakarta menghabiskan waktu untuk menonton film sejak zaman Belanda.

Namun, kini Bioskop Permata hanya tinggal nama, tempat itu sudah tujuh tahun tidak aktif memutar film-film dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Makan di Gejayan, 5 Kuliner Legendaris Yogyakarta

Terletak di Jalan Sultan Agung yang merupakan salah satu jalan utama di kota Yogyakarta, tidak serta merta membuat bioskop ini selalu ramai.

Hal ini terjadi karena persaingan dan pengelola bioskop Permata yang tidak melakukan inovasi atau kemajuan alat apapun pada bioskop ini. Alhasil, bioskop yang dibangun sejak zaman Belanda ini punah juga dan benar-benar tutup pada tahun 2012.

Baca juga: 24 Jam di Gunungkidul Yogyakarta, Wisata ke 3 Pantai dan 1 Bukit

Padahal, jika dirunut masa lalunya, bioskop ini merupakan bioskop termegah dan teramai di Kota Yogyakarta. Ia mengalahkan beberapa pesaing lainnya seperti bioskop Presiden, Bioskop Indra, Mataram, Ratih, dan Widya yang ada di Kota Yogyakarta.

Namun seiring berjalannya waktu, bioskop-bioskop lainnya pun hilang termakan zaman dan tergantikan dengan bioskop-bioskop baru.

Tulisan papan nama Bioskop Permata yang sudah rusak tergerus zamanNicholas Ryan Tulisan papan nama Bioskop Permata yang sudah rusak tergerus zaman
Salah satu kuncen atau penjaga tempat yang kini dikenal sebagai Eks-Bioskop Permata ini, Arif Hidayat (44) mengatakan, dahulu Bioskop Permata memiliki nama Bioskop Luxor.

Orang Belanda menamai tempat yang disebut-sebut sebagai bioskop pertama di Yogyakarta ini dengan nama tersebut.

“Namun, setelah merdeka ganti nama jadi Bioskop Permata,” kata Arif.

Baca juga: 8 Obyek Wisata di Yogyakarta yang Pas untuk Melihat Sunset

Arif juga bercerita banyak tentang bioskop yang berdiri tahun 1940-an ini. Ia mengatakan bahwa dahulu sebelum menjadi bioskop, tanah ini adalah kuburan Jawa kuno.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X