KILAS

Jadi Garda Terdepan, Ini Bekal yang Harus Dimiliki Pemandu Wisata

Kompas.com - 28/09/2019, 19:30 WIB
Kementerian Pariwisata memberikan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan untuk 40 pemandu wisata Kendal, Jawa Tengah. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari pada 26-27 September 2019, di Tirto Arum Baru, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2019). Dok. Humas Kementerian PariwisataKementerian Pariwisata memberikan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan untuk 40 pemandu wisata Kendal, Jawa Tengah. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari pada 26-27 September 2019, di Tirto Arum Baru, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2019).

KOMPAS.com – Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Aghi Pradipta menjelaskan, seorang pemandu wisata memiliki tanggung jawab penuh terhadap wisatawan yang dipandunya.

Oleh karena itu, mereka harus mempersiapan semua hal dengan matang.

“Termasuk memperhatikan prosedur kesehatan, keselamatan, peraturan-peraturan atau kearifan lokal, dan lain-lain,” ujarnya.

Pasalnya, kata dia, pemandu wisata memiliki tugas untuk menjelaskan rencana perjalanan kepada pelancong atau turis yang menjadi tamunya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2019) Aghi menjelaskan, agar kegiatan wisata berjalan dengan baik, seorang pemandu wisata harus memiki itinerary atau daftar tur dan aktivitas harian.

Baca juga: Menpar: Pemandu Wisata Berperan Penting Memajukan Pariwisata

Idealnya, seorang pemandu wisata memiliki dua buah itinerary. Pertama, untuk diberikan kepada klien. Kedua, untuk diri sendiri.

Itinerary tersebut, papar Aghi, harus disusun secara teliti dengan beberapa keterangan untuk sightseeing stop, hotel, restoran, jam pertunjukan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, dosen STP Trisakti Pusparini menambahkan, pemandu wisata juga harus mampu melakukan kegiatan yang bersifat intepretasi.

Misalnya melakukan tafsiran, penjelasan, makna, arti, kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap suatu objek yang dihasilkan dari pemikiran mendalam.

“Penafsiran menggabungkan pembelajaran dan hiburan. Dalam hal ini, partisipasi dan interaksi peserta dibangkitkan,” jelas Pusparini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X