Ada Visa Turis, Yuk Ketahui 5 Wisata Sejarah di Arab Saudi

Kompas.com - 28/09/2019, 23:25 WIB
Kota Suci Makkah ShutterstockKota Suci Makkah

JAKARTA, KOMPAS.com - Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan visa kunjungan turis untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sebelumnya, Arab Saudi hanya memberikan visa kunjungan untuk pekerja beserta keluarganya dan kunjungan ziarah umat Muslim seperti umroh dan haji.

Baca juga: Cetak Sejarah, Arab Saudi Kini Resmi Terbuka untuk Pariwisata dan Terbitkan Visa Turis

Selain tempat beribadah umat Muslim, Arab Saudi menyimpan tempat wisata yang patut dikunjungi. Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata yang termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO.

1. Oasis Al-Ahsa

Oasis Al-Ahsa terletak di wilayah Arab Saudi Timur. Mata air tawar alami ini telah muncul di wilayah tersebut sejak ribuan tahun yang lalu.

Tempat wisata ini menjadi salah satu tempat bersejarah. Pasalnya di sekitar mata air itu menjadi tempat tinggal bagi manusia prasejarah pada masa lalu.

Wisatawan bisa melihat bagaimana peradapan tempo dulu ala negara timur tengah ini. Oasis Al-Asha merupakan usulan Kerajaan Arab Saudi agar menjadi situs warisan dunia.

Al-Ahsa Oasis terdiri dari taman, kanal, mata air, sumur dan danau drainase, serta bangunan bersejarah, bangunan kota, dan situs arkeologi.

2. Situs Arkeologi Al-Hijr (Madâin Sâlih)

Situs Arkeologi Al-Hijr (Madâin Sâlih) adalah bangunana dan sarana,prasarana bersejarah warisan dunia pertama yang dituliskan di Arab Saudi.

Dulunya dikenal sebagai Hegra, itu adalah situs konservasi terbesar dari peradaban Nabatea di selatan Petra di Yordania.

Situs ini juga menampilkan sekitar 50 prasasti dari periode pra-Nabatea dan beberapa lukiasan gua. Al-Hijr memberikan gambaran unik untuk peradaban Nabatea.

Terdapat 111 makamnya yang monumental, dan sumur air. Situs ini adalah contoh luar biasa dari pencapaian arsitektur dan keahlian hidraulik Nabatea.

Nabatean sendiri adalah sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania. Suku Nabath adalah cikal bakal kaum Nabi Shaleh, yakni Tsamud.

3. At-Turaif di ad-Dir'iyah

Kawasan ini adalah ibu kota pertama dari Dinasti Saudi, di jantung Penisula Arab, barat laut Riyadh.

Didirikan pada abad ke-15, ia menjadi saksi gaya arsitektur Najdi, yang khusus untuk pusat semenanjung Arab.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, peran politik dan keagamaannya meningkat, dan benteng di at-Turaif menjadi pusat kekuatan Rumah Saud dan penyebaran reformasi Salafiyya di dalam agama Muslim.

Kawasan ini mencakup sisa-sisa banyak istana dan ansambel perkotaan yang dibangun di tepi oasis ad-Dir'iyah.

4. Jeddah, gerbang ke Mekkah

Jeddah yang memiliki nilai yang tinggi terletak di pantai timur Laut Merah.

Dari abad ke-7 Masehi didirikan sebagai pelabuhan utama untuk rute perdagangan Samudra Hindia, menyalurkan barang ke Mekkah.

Jeddah juga merupakan pintu gerbang bagi para peziarah Muslim ke Mekah yang tiba melalui laut.

Hal tersebut menjadikan kota ini berkembang menjadi pusat multikultural, dicirikan dari tradisi arsitektur yang khas.

Kota ini menjadi kota yang penting dibidang perdaganga pada masa lampau.

5. Seni Batu di Wilayah Hail Arab Saudi

Tempat wisata ini mencakup dua komponen yang terletak di lanskap gurun: Jabel Umm Sinman di Jubbah dan Jabal al-Manjor dan Raat di Shuwaymis.

Terdapat sebuah danau yang dulu terletak di kaki bukit Umm Sinman yang dulunya menjadi sumber air segar bagi manusia dan hewan di bagian selatan Gurun Narfoud Besar.

Nenek moyang masyarakat Arab meninggalkan jejak berupa tulisan di permukaan batu.

Tempat bersejarah ini menunjukkan banyak peninggalan tokoh manusia dan hewan yang mencakup 10.000 tahun sejarah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X