Rasakan Sensasi Lezat Mi Engkot Sure

Kompas.com - 29/09/2019, 09:15 WIB
Pengunjung menikmati mi engkot sure di Cik Gu, Horas Kafe, di Sare, Kabupaten Aceh Besar KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati mi engkot sure di Cik Gu, Horas Kafe, di Sare, Kabupaten Aceh Besar

ACEH BESAR, KOMPAS.com – Jam menunjukan pukul 17.30 WIB, Jumat (27/9/2019). Jejeran mobil pengendara terparkir rapi di halaman Cik Gu, Horas Kafe, di Sare, Kabupaten Aceh Besar.

Jika dari arah Banda Aceh menuju Medan, posisi kafe itu berada di sisi kiri jalan. Halaman parkir luas sanggup menampung puluhan kendaraan roda empat.

Suasana Sare yang sejuk membuat pengunjung semakin nyaman menikmati penganan. Di sana, tersedia aneka mi Aceh dengan segala macam olahannya. Mulai mi udang, mi engkot sure (ikan tongkol), dan aneka mi lainnya.

Nah, yang istimewa cobalah rasa mi ikan tongkol ini. Muhammad Atar, koki yang memasak mi siaga dibalik dapur. Pria muda ini sepuluh bulan terakhir meracik mi di warung Cik Gu.

“Pemiliknya dipanggil Cik Gu. Nama aslinya Bustami. Ini menu terlaris di kafe ini,” kata Muhammad Atar.

Sepanjang jalan, Cik Gu memasang spanduk yang berbunyi—Anda Lelah, silakan istirahat di Cik Gu—untuk mengajak pengguna jalan singgah di kawasan itu.

Baca juga: Nikmatnya Ikan Depik, Ikan Endemik dari Aceh

Mi ikan tongkol itu dibagi dua jenis yaitu mi tepung yang dikenal dengan sebutan mi Aceh dan mi instan.

Cara memasaknya, Atar terlebih dahulu menumis bumbu cabai merah, merica, dan cabai kecil yang diiris ke kuali. Lalu diberi air secukupnya. Setelah mendidih, barulah ikan tongkol dimasukan.

Pengunjung menikmati mi engkot sure di Cik Gu, Horas Kafe, di Sare, Kabupaten Aceh BesarKOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati mi engkot sure di Cik Gu, Horas Kafe, di Sare, Kabupaten Aceh Besar

Ikan tongkol ini, kata Atar, harus dibersihkan dan dikukus terlebih dahulu. Jika tidak, bau amis akan bercampur ke masakan mi.

Setelah dipastikan ikan hampir matang, barulah dimasukan mi. bisa mi instan atau mi Aceh yang telah disiapkan. Tunggu sekitar tiga menit, barulah mi itu dihidangkan.

“Kalau tidak pandai memasaknya, maka bau amis ikan akan terasa. Itu bisa membuat mual. Maka, harus pandai masak mi pakai tongkol baru bisa disajikan dan pas di lidah,” kata Atar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X