Ini Rahasia Pedagang Kopi Keliling Tetap "Santuy" Saat Demo Mahasiswa Rusuh

Kompas.com - 29/09/2019, 16:18 WIB
Dadang tengah membuatkan kopi sembari bercerita kisahnya berjualan saat demonstrasi 24 September 2019 Nicholas RyanDadang tengah membuatkan kopi sembari bercerita kisahnya berjualan saat demonstrasi 24 September 2019

Pedih Kena Gas Air Mata, Dadang Tetap Santuy

Lain cerita dengan Dadang, pedagang Starling asal Serang. Ia menceritakan kisahnya ketika berjualan saat demonstrasi terjadi. Dadang sempat menahan pedihnya gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian.

"Saya jualan awalnya di TVRI dari siang jam 1, kan itu demo sampe malem ya, pas sore saya kena gas air mata tuh, pedih bener rasanya, gak kuat saya," kata Dadang kepada Kompas.com saat berjualan di samping Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

Walau begitu, Dadang ternyata tidak pulang meski terkena gas air mata. Ia tetap berjualan meski berpindah-pindah tempat. 

"Dari TVRI, kena gas air mata pindah ke depan Hotel Mulia, terus pindah lagi ke arah Patal Senayan," ujarnya.

Lantas ia berpindah jualan di depan Permata Senayan. Saat itu, ia merasa yakin bahwa dirinya benar-benar sudah aman dari situasi mencekam.

Ketika ditanya siapa saja para pembeli yang menikmati kopi bikinannya itu. Ia mengatakan justru lebih banyak polisi dibanding mahasiswa.

"Mahasiswa sama pelajar kemarin banyakan beli aqua air putih, tuh di dia tuh (sambil menunjuk pedagang minuman seperti aqua yang berjualan di sampingnya)," tutur Dadang.

Menurut Dadang, polisi lebih banyak yang membeli kopinya. Mereka biasa beli langsung banyak.

Ini terjadi ketika jam-jam sudah mulai agak tenang, meski diakuinya setelah itu demonstrasi berubah menjadi semakin ricuh. Ia pun menyudahi jualan pada hari itu.

Sama seperti Riki, ketika ditanya tentang semangat apa yang dipegang sehingga tetap berjualan meskipun ada demonstrasi, Dadang mengatakan bahwa keluargalah semangat hidupnya.

"Ya, keluarga, saya kan di sini ngekos tuh di belakang Kompas, balik juga sebulan sekali, keluarga di Serang semua, anak masih kecil-kecil, saya harus punya duit," tutupnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X