Kompas.com - 01/10/2019, 06:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober tak lepas dari Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang menjadi sejarah kelam negara Indonesia. Tak heran, banyak tempat-tempat yang terkait dengan kejadian ini kini menjadi museum yang sarat akan sejarah.

Dengan adanya museum ini, masyarakat bisa mengingat kembali kejadian penyerangan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada tujuh perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berikut tiga museum yang bertemakan kejadian G30S/PKI

1. Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. A.H. Nasution

Ade Irma Suryani Nasution adalah gadis berusia lima tahun yang menjadi salah satu korban tragedi penggerebekan rumah Alm Jenderal Abdul Haris Nasution di Jalan Teuku Umar No 40, Menteng, Jakarta.

Beberapa peluru yang dilepaskan oleh pasukan Tjakrabirawa menembus punggung kecil Ade Irma. Ade Irma Suryani Nasution merupakan putri bungsu dari Jenderal besar AH Nasution.

Diorama penyerbuan DR. A.H Nasution di kamarnya dapat dilihat di Museum DR. A. H Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017)KOMPAS.COM/Wienda Putri Novianty Diorama penyerbuan DR. A.H Nasution di kamarnya dapat dilihat di Museum DR. A. H Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017)

Kisah ini bisa kamu telusuri di Museum AH Nasution yang berlokasi di bekas rumah sang Jenderal. Di sini, kamu bisa melihat beberapa barang peninggalan Ade Irma.

Baca juga: Mengenang Kisah Tragis G-30S/PKI di Museum AH Nasution

Selain barang peninggalan, ada juga diorama lengkap kejadian penyerangan yang terjadi di rumah AH Nasution, mulai dari penyerangan AH Nasution di kamar tidurnya hingga diorama AH Nasution yang mencoba kabur dari kejaran pasukan Tjakrabirawa dengan melompati tembok.

Kamu bisa mengunjungi museum ini di Jalan Teuku Umar No.40, RT.1/RW.1, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat. Museum ini buka setiap hari selain hari Senin dari jam 08.00 hingga 16.00 WIB.

 

2. Museum Sasmitaloka Ahmad Yani

Ahmad Yani merupakan salah satu jendral TNI yang termasuk dalam tujuh jendral TNI tertangkap dan tewas dalam tragedi ini.

Ia ditembak di rumahnya Jl. Lembang No. 67, RT.11/RW.7, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat. Sekarang rumah Ahmad Yani menjadi museum Museum Sasmitaloka Ahmad Yani.

Mini Bar, Museum Sasmitaloka Ahmad Yani Kompas.com/ Nur Desilawati Mini Bar, Museum Sasmitaloka Ahmad Yani

Di sini kamu bisa melihat lantai tempat Ahmad Yani terbunuh yang ditandai dengan plakat yang menjelaskan waktu kematian dan tanggal kematian Ahmad Yani. Ada juga pintu yang tertenbus dua peluru penyerang. Kamu juga bisa meilhat luar ribuan koleksi lain yang merupakan barang peninggalan asli milik Ahmad Yani.

Kamu akan disambut dengan patung Jenderal Ahmad Yani yang berdiri gagah, disertai dengan relief dan kolam ikan di halaman depannya. Patung dan kolam ikan merupakan tambahan yang dari pemerintah, sisanya tetap dibiarkan sama seperti rumah Ahmad Yani.

Museum ini buka dari Selasa sampai Minggu pada jam 08.00 hingga 16.00.

 


3. Monumen Pancasila Sakti

Museum ini kerap disebut sebagai Lubang Buaya. Di sini letak sumur berkedalaman 12 meter tempat pembuangan jasad ketujuh jendral TNI yang terbunuh pada kejadian 30 September 1965.

Sekarang daerah sekitar lubang tersebut menjadi Museum Pancasila Sakti. Kamu akan disambut dengan patung tujuh pahlawan revolusi.

Di bawah kaki Monumen Pancasila Sakit, terdapat diorama yang menggambarkan kejadian pada 30 September 1965 lengkap dengan plakat yang bertuliskan ‘Waspada…. dan mawas diri agar peristiwa sematjam ini tidak terulang lagi’.

Kamu juga bisa melihat sumur yang dibiakan sama dengan hari kejadian. Ada juga rumah-rumah tempat pemberontak menyiapkan gerakannya. Rumah-rumah tersebut disertai dengan patung yang mengambarkan kondisi yang serupa pada tahun 1965.

Museum ini berada di Jalan Monumen Pancasila Sakti, RT.1/RW.9, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur. Museum ini buka dari hari Selasa hingga Minggu pada jam 08.00 hingga 16.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Travel Tips
Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.