Cerita Orang Pulau Komodo yang Percaya Satu Leluhur dengan Komodo

Kompas.com - 06/10/2019, 14:00 WIB
Keindahan Komodo di Pulau Komodo. SHUTTERSTOCK/SERGEY URYADNIKOVKeindahan Komodo di Pulau Komodo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo, mungkin melihat Komodo sebagai hewan yang menakjubkan sekaligus mengerikan.

Namun bagi penduduk Pulau Komodo, kadal terbesar di dunia ini dianggap setara dengan mereka. Berbagai kisah turun temurun di penduduk Pulau Komodo percaya bahwa mereka berasal dari leluhur yang sama dengan komodo.

"Orang Pulau Komodo dari dulu memanggil komodo dengan sebutan ora yang artinya adalah orang. Nama komodo itu sebenernaya diambil dari nama kampung, kampung modo," kata salah satu ranger di Taman Nasional Komodo Loh Liang saat kunjungan Kompas.com bersama pemenang lomba foto Indonesia Sustainable Tourism Award Festival 2019, Sabtu (28/9/2019).

Cerita rakyat paling terkenal tentang Komodo adalah Putri Naga Komodo. Alkisah seorang putri yang dipanggil Putri Naga melahirakan dua anak. Satu adalah bayi manusia yang diberi nama Si Gerong yang dibesarkan bersama manusia lain.

Satu lagi adalah bayi komodo bernama Orah yang dibesarkan di hutan. Suatu hari Si Gerong berburu rusa di hutan. Lantas di semak-semak muncul kadal raksasa yang tak lain adalah komodo Orah.

Baca juga: Ini Alasan Pulau Komodo Tak Jadi Ditutup untuk Kunjungan Wisatawan

Si Gerong yang kaget bersiap membunuh komodo tersebut dengan tombak, Putri Naga muncul dan menyuruh Si Gerong untuk berhenti. Ia menjelaskan bahwa Si Gerong dan Orah adalah kembar. Putri Naga memberi perintah pada Si Gerong untuk memperlakukan Orah dengan setara karena mereka bersaudara.

Kisah tersebut yang menjadi alasan bagaimana orang-orang Pulau Komodo dapat hidup berdampingan dengan komodo dalam satu pulau yang sama.

"Cerita Putri Naga ini mungkin sudah lama sekali, tetapi banyak juga cerita yang terjadi puluhan tahun ini," kata ranger Pulau Komodo.

Ia mengisahkan penduduk Pulau Komodo dahulu adalah petani asam. Karena harus panen pohon asam di hutan, maka bayi mau tak mau ditinggal di pondok.

Seorang bayi diceritakan menangis terus menangis karena ditinggal ibunya bekerja. Saat si bayi dihampiri oleh petani lain, betapa terkejut mereka ada komodo yang berada di dekat bayi dan mengelus bayi tersebut untuk menenangkannya.

Baca juga: Pulau Komodo Masuk 10 Daftar Pulau Terindah di Dunia Versi CNN

"Ada juga cerita nenek-nenek tua, yang terjatuh dekat komodo. Kalau dipikir sudah pasti mati karena insting komodo hewan buas. Si nenek itu lalu ingat cerita turun temurun bahasa komodo. Ia meminta komodo jangan memakannya dengan bahasa itu, lalu komodonya pergi," kata ranger tersebut.

Berbagai kisah tersebut membuat orang Pulau Komodo percaya bahwa mereka dan komodo memang memiliki hubungan erat.

Untuk itu orang Pulau Komodo tak sekalipun berani menyakiti komodo, mereka hidup berdampingan dalam Pulau yang memiliki luas 390 kilometer persegi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X