Seri Jejak Pendaki Semeru: Soe Hok-Gie, Kisah Pendaki dan Gunung Semeru

Kompas.com - 07/10/2019, 18:04 WIB
Aliran air Kali Amprong di Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kali Amprong merupakan titik awal pendakian tim Mapala UI ke Gunung Semeru via jalur Watu Pecah pada Desember tahun 1969. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAliran air Kali Amprong di Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kali Amprong merupakan titik awal pendakian tim Mapala UI ke Gunung Semeru via jalur Watu Pecah pada Desember tahun 1969.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok Soe Hok-Gie dan Gunung Semeru di Jawa Timur seolah tak bisa dipisahkan. Gie, meninggal di usia muda yakni 26 tahun pada 16 Desember 1969 di leher Gunung Semeru.

Gie dikenal sebagai aktivis era Orde Lama yang juga gemar menulis catatan harian maupun opini untuk diterbitkan di media massa termasuk Harian Kompas.

Suaranya yang lantang mengkritik pemerintahan Soekarno dan wakil rakyat terdengar bahkan hingga pembuat peti mayat.

Baca juga: Seri Jejak Pendaki Semeru: Melewati Jalur Berdebu Menuju Ranukumbolo

Namun, selain itu aktivis, Gie juga dikenal sebagai pendaki gunung dan pencinta alam. Ia sering pergi ke Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango di sela aktivitasnya di Jakarta.

Gunung Slamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Merapi pun pernah ia daki. Kegemaran Gie mendaki gunung ia lakukan bersama rekannya kuliah bahkan bersama mahasiswa setelah ia menjadi dosen.

Tokoh pers Indonesia, Aristides Katoppo saat diwawancarai di Malang, Sabtu (21/9/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Tokoh pers Indonesia, Aristides Katoppo saat diwawancarai di Malang, Sabtu (21/9/2019).

Gie semasa kuliahnya bertualang bersama rekan-rekan di organisasi Mapala Sastra Prajnaparamitha (cikal bakal Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia). Saat Gie mendaki gunung, suasana canda tawa mewarnai pendakian.

Seringkali Gie bercanda kegenitannya seputar rekan-rekannya perempuan di Fakultas Sastra. "Titip buat janda-janda gue di Jakarta," ujar sahabat Gie, Aristides Katoppo saat berbincang dengan Kompas.com tentang kenangan bersama Gie di Malang, Sabtu (22/9/2019).

Gie, Rudy Badil, Aristides Katoppo, Herman Lantang, dan rekan-rekan Mapala UI tahun 1969 mendaki Gunung Semeru melalui jalur Watu Pecah. Titik awal pendakiannya ada di Gubuk Klakah, Malang, Jawa Timur.

Ada cerita menarik tentang Gie bersilang pendapat dengan Herman Lantang. Bagaimana kisah Gie sebagai pendaki gunung?

Tim Jejak Pendaki Semeru yang terdiri dari Kompas.com, Kerabat Pencinta Alam, dan Mapala UI menelusuri Gunung Semeru dan bertemu dengan Aristides Katoppo untuk menggali kisah Gie sekaligus pendaki-pendaki Semeru lainnya.

Simak video berikut ini.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X