Memek Makanan Khas Simeulue Aceh, Seperti Apa Rasanya?

Kompas.com - 09/10/2019, 12:36 WIB
Memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh yang dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Kompas.com/ gabriella wijayaMemek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh yang dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Memek merupakan salah satu makanan tradisional dari Kabupaten Simeulue, Aceh.

Pada pertengahan Agustus 2019 lalu, memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Memek sendiri memiliki arti mengunyah dalam bahasa setempat.

Baca juga: Asal Usul Memek Khas Simelue Aceh, Kuliner yang jadi Warisan Budaya Tak Benda

"Memek adalah beras ketan yang sudah disangrai. Kalau bahasa kami di sana namanya mengunyah," jelas Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, Sakya Dewi, di Pekan Kebudayaan Nasional di Istora, Senayan Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Memek merupakan olahan beras ketan yang dikeringkan dan disangrai hingga meletus seperti popcorn. Teksturnya sedikit keras dan renyah saat digigit.

Tekstur yang keras membuat penikmatnya perlu mengunyah hingga hancur. Hal inilah mengapa hidangan ini disebut "memek" yang berarti mengunyah.

Baca juga: Asal Usul Memek Khas Simelue Aceh, Kuliner yang jadi Warisan Budaya Tak Benda

Kebanyakan masyarakat Simeuleu mengolahnya menjadi bubur. Bubur memek memiliki rasa yang manis.

Bubur ini terdiri dari pisang, memek (beras ketan yang sudah disangrai), santan, dan gula secukupnya.

Proses pembuatan memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh  terdapat beras ketan yang sudah disangrai, santan, pisang dan gula pasir.KOMPAScom / Gabriella Wijaya Proses pembuatan memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh terdapat beras ketan yang sudah disangrai, santan, pisang dan gula pasir.

Cara Membuat Bubur Memek

Dewi menjelaskan kepada pengunjung bagaimana cara membuat bubur memek khas Simeulue Aceh yang sempat menjadi perbincangan masyarakat itu.

"Beras ketannya direndam dengan kapur sirih sedikit lalu didiamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu dicuci hingga bersih," kata Dewi.

Dewi menjelaskan cara mencuci beras ketan menyerupai cara mencuci beras biasa. Beras ketan dicampur dengan air lalu diaduk hingga air keruh lalu membuangnya.

Baca juga: Catat! Waktu Terbaik Berburu Memek, Kuliner Khas Simeulue Aceh

Kemudian ganti dengan air bersih dan cuci kembali. Proses tersebut dilakukan berulang kali hingga tiga atau empat kali.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X