Walau Embung Nglanggeran Kering, Tetap Asyik untuk Foto-foto

Kompas.com - 10/10/2019, 08:30 WIB
Embung Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul Kering Rabu 9/10/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOEmbung Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul Kering Rabu 9/10/2019)

Sejak dibangun tahun 2013 lalu, sudah dua kali Embung Nglanggeran mengalami kekeringan, yaitu pada tahun 2018 dan 2019.

Hal ini terjadi akibat musim kemarau cukup panjang. Biasanya, air masih tersisa satu sampai dua meter saat musim kemarau.

Aris menjelaskan bahwa kondisi kekeringan terjadi karena air embung digunakan untuk menyirami tanaman durian dan kelengkeng yang ada di sekitar embung. Melihat kondisi seperti ini pengelola sudah memberitahu kepada wisatawan.

Baca juga: 5 Penginapan di Yogyakarta Ini Harganya Tak Sampai Rp 100.000

"Wisatawan ketika di GAP (Gunung Api Purba) sudah diberitahu mengenai air embung yang sudah mengering," katanya.

"Kita sampaikan apa adanya, Ada pengunjung yang tetap datang, ada pula yang memilih kembali besok saat air embung sudah ada," katanya.

Selain embung, pengunjung bisa berwisata ke Gunung Api Purba, Kampung Pitu, menikmati aneka kuliner khas setempat, hingga pembuatan coklat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X