Roti Tan Keng Chu, Roti Para Tentara Belanda di Zaman Kolonial

Kompas.com - 11/10/2019, 06:00 WIB
Toko Roti Tan Keng Chu tampak depan, Toko Roti Tan Keng Chu merupakan toko roti legendari yang berada di Cianjur. Toko Roti Tan Keng Chu berdiri sejak 1926. Kompas.com/ gabriella wijayaToko Roti Tan Keng Chu tampak depan, Toko Roti Tan Keng Chu merupakan toko roti legendari yang berada di Cianjur. Toko Roti Tan Keng Chu berdiri sejak 1926.

CIANJUR, KOMPAS.com - Toko Roti Tan Keng Chu sudah berdiri sejak tahun 1926. Pada zaman kolonial toko roti Tan Keng Chu ialah toko sebagai pemasok roti tawar untuk seluruh tentara Belanda se-Jawa Barat.

“Tentara Belanda masuk Indonesia, itu satu Jawa Barat makannya dari sini,” kata Mulyana Pewaris Toko Roti Tan Keng Chu saat ditemui di Cianjur, Kamis, (10/10/2019).

Generasi keempat pendiri Toko Roti Tan Keng Chu itu menjelaskan bahwa, roti tawarlah yang sering dikirim dan dipesan oleh para tentara Belanda. Dalam sehari dapat mengirim 50 karung yang tersebar di seluruh kawasan Jawa Barat.

Baca juga: Melihat Proses Pembuatan Tauco Tertua di Cianjur

“Karena makannya mereka (tentara Belanda) tidak makan nasi. Jadi roti ini makanan tentara Belanda, satu Jawa Barat diambilnya dari sini. Sehari 50 karung dari pagi sampai malam. Itu dikirim, dibawa ke sana bawa ke sini,” jelas pria berusia 78 tahun itu.

Roti Tan Keng Chu hanya dikonsumsi tentara Belanda dari tahun 1926 sampai 1950-an. Roti Tan Keng Chu baru dijual untuk umum saat Indonesia memasuki masa awal kemerdekaannya. Sebelumnya hanya untuk para tentara Belanda saja.

Roti tawar dari Toko Roti Tan Keng Chu, jenis roti yang diperuntukan bagi para tentara Belanda di seluruh Jawa Barat di era kolonial.Kompas.com/ gabriella wijaya Roti tawar dari Toko Roti Tan Keng Chu, jenis roti yang diperuntukan bagi para tentara Belanda di seluruh Jawa Barat di era kolonial.
Pernah bangkrut

Usaha Roti Tan Keng Chu sempat bangkrut karena barang impor dilarang masuk ke Indonesia. Toko Roti Tan Keng Chu sempat menggunakan tepung impor sebelum tepung terigu Indonesia dijual.

“Tahun 1959, 1960, 1961 itu bangkrut, pemerintah tidak boleh import tepung luar negri, zamannya Bung Karno tidak boleh barang-barang impor dari luar masuk Indonesia,” paparnya.

Baca juga: Mengunjungi Bumi Ageung, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan di Cianjur

Namun pada tahun 1963, masuk terigu dari Singapura dan lama kelamaan keluar tepung terigu lokal. Akhirnya Toko Roti Tan Keng Chu memutuskan menggunakan terigu lokal hingga kini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X