Kompas.com - 11/10/2019, 06:00 WIB
Mulyana pewaris Toko Roti Tan Keng Chu berdiri di samping mesin penggiling yang sudah berusia hampir 100 tahun. KOMPAS.com / Gabriella WijayaMulyana pewaris Toko Roti Tan Keng Chu berdiri di samping mesin penggiling yang sudah berusia hampir 100 tahun.

 

Proses pembuatan

Toko roti yang berada di jalan HOS Cokro Aminoto No. 95, Muka, Cianjur, Kabupaten Cianjur ini masih mengunakan alat penggiling adonan dan oven kuno dari zaman Belanda.

Mulyana mengaku bahwa setiap alat pengolahan dipertahankan. Ja rela untuk memperbaiki jika mesin penggiling yang berusia hampir 100 tahun itu rusak.

“Mesin penggiling dan oven dari zaman Belanda, jadi saya tidak pernah beli mesin begitu. Sudah tidak ada. Kalau rusak dibetulkan. Karena memang mau dipertahankan mesin itu,” jelasnya.

Proses pembuatan roti yang dijalani dari 1926 masih diterapkan sampai sekarang. Proses diawali dengan pengilingan dengan mesin yang sudah sangat tua, roti didiamkan agar mengembang dan ditonjok untuk mengeluarkan udara dalam adonan.

Adonan roti kemudian diberi isian seperti cokelat, ayam, nanas. Setelah itu dimasukan ke dalam oven. Jika sudah matang langsung dikemas dan siap dijual kepada pengunjung. Proses pembuatan roti bisa memakan waktu 4 jam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.