Pulau Kelor, Kisah Suram Benteng Kuno dan Pulau Kuburan

Kompas.com - 11/10/2019, 10:28 WIB
Benteng Martello yang menjadi primadona sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda di Pulau Kelor, Kamis (10/10/2019). Nicholas Ryan AdityaBenteng Martello yang menjadi primadona sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda di Pulau Kelor, Kamis (10/10/2019).


JAKARTA, KOMPAS.comPulau Kelor merupakan gugusan pulau yang secara administratif berada di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta.

Letaknya berdekatan dengan gugusan yang sama dengan Pulau Petandan Besar, Pulau Petondan Kecil, Pulau Kelapa, Pulau Onrust, Pulau Cipir, dan Pulau Bidadari.

Baca juga: Setengah Hari Menjelajah 3 Pulau di Kepulauan Seribu Jakarta

Sebagai peninggalan masa kolonial Belanda, tentu pulau yang luasnya diibaratkan ‘sebesar daun kelor’ yakni 28 hektar memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Di sini terdapat peninggalan seperti galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke-17 yaitu Benteng Martello.

Benteng Martello memang menjadi primadona Pulau Kelor lantaran bentuknya yang paling terlihat meski dari kejauhan. Ini yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi pulau ini.

Tembok Bertuliskan Pulau Kelor akan menyambut wisatawan ketika berkunjung ke sini, Kamis (10/10/2019).Nicholas Ryan Aditya Tembok Bertuliskan Pulau Kelor akan menyambut wisatawan ketika berkunjung ke sini, Kamis (10/10/2019).

Benteng ini juga memiliki nama lain Benteng Menara. Belanda membangun benteng berbentuk bundar dan tinggi itu pada tahun 1850 sebagai bagian dari sistem pertahanan laut Kota Batavia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X