Kompas.com - 12/10/2019, 20:20 WIB
Salah satu jurus silat yang diperagakan Jawara di acara Galeri Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019). Nicholas Ryan AdityaSalah satu jurus silat yang diperagakan Jawara di acara Galeri Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).


JAKARTA, KOMPAS.comKampung Silat Rawa Belong menggelar Galeri Seni Budaya Silat di Jalan Raya Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu (12/10/2019). Acara ini menampilkan atraksi 1.000 pesilat dari ratusan perguruan pencak silat Betawi di Jabodetabek.

Acara digelar mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB dengan dibuka oleh rangkaian pertunjukan seni, seperti petasan, pawai, palang pintu, tari tradisional Betawi oleh anak-anak. Semua pertunjukan ini dilakukan oleh orang-orang asli dari Kampung Rawa Belong.

Menurut Ketua Seksi Acara Galeri Seni Budaya Kampoeng Silat Rawa Belong, Bachtiar yang juga pimpinan sanggar Si Pitung Rawa Belong, festival seperti ini merupakan hasil wujud nyata dari mimpinya masyarakat Rawa Belong yang sudah lama sekali menginginkan suatu pegelaran di Kampung Si Pitung.

Baca juga: 7 Tempat Wisata untuk Berburu Kerak Telor, Kuliner Khas Jakarta

“Ini sebagai kontribusi kita anak Betawi Rawa Belong, ini loh, ngkong Pitung, saya hadiahkan, satu wilayah Rawa Belong tanpa ada rekayasa, kita punya silat, lenong, tarian Betawi, kuliner Betawi, rebana kecimpring, kita punya qasidah, dan lain-lain,” kata Bachtiar kepada Kompas.com, Sabtu (12/10/2019).

Galeri Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong digelar bukan tanpa alasan. Bachtiar mengatakan pergelaran seni budaya ini bertujuan untuk menyatukan berbagai macam tradisi dan budaya Betawi di Rawa Belong.

 

Acara Gelar Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong resmi dibuka oleh Kasudin Pariwisata dan Budaya Jakarta Barat, Ahmad Syaropi dan Anggota DPD RI Jakarta, Fahira Idris, Sabtu (12/10/2019).Nicholas Ryan Aditya Acara Gelar Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong resmi dibuka oleh Kasudin Pariwisata dan Budaya Jakarta Barat, Ahmad Syaropi dan Anggota DPD RI Jakarta, Fahira Idris, Sabtu (12/10/2019).
Orang-orang pelestari budaya Betawi khususnya silat, apabila dipanggil Rawa Belong akan menjadi suatu kebanggaan, Bachtiar melanjutkan.

“Karena di sini gudangnya jawara atau jagoan, pendekar bahasa Betawi, basisnya main pukulan, juga mereka jawara festival, contoh juara festival palang pintu di kemang, juara berturut-turut, lenong juga juara, cerpen Betawi juga juara,” lanjutnya.

Baca juga: Akulturasi Budaya Betawi pada Seporsi Kerak Telor nan Gurih

Selain dikenal sebagai daerah pasar bunga karena menjadi sentra pedagang bunga di Jabodetabek, Rawa Belong juga semakin mengukuhkan diri sebagai daerah Kampung Silat dan Gudangnya Jawara.

Dengan diadakannya festival ini, Bachtiar berharap Rawa Belong semakin menjadi barometer dari tradisi budaya Betawi, sehingga apabila Rawa Belong mengadakan acara, orang-orang Betawi di seluruh Jabodetabek dengan spontan akan menghadirinya.

 

Salah satu pertunjukan dari tarian tradisional Betawi yang dilakukan anak-anak Kampung Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).Nicholas Ryan Aditya Salah satu pertunjukan dari tarian tradisional Betawi yang dilakukan anak-anak Kampung Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).
Para penampil pencak silat yang berjumlah 1.000 pesilat ini berlatih secara bersama-sama sesuai jurus atau pakem masing-masing. Namun yang menarik adalah mereka berlatih dalam waktu yang sama, sehingga 1.000 pesilat ini tampil dengan gerakan serentak.

“Kalau kami dari Kampung Silat Rawa Belong tampil dengan jurus cingkrik, kalau yang lain itu beda-beda sesuai pakem mereka,” ujarnya.

Festival ini juga dimeriahkan oleh tari tradisional, lenong, band Betawi, dan pertunjukan Ondel-Ondel.

Baca juga: Jakarta Ulang Tahun, Yuk Coba 5 Kuliner Betawi Langka Ini

Senada dengan Bachtiar, salah satu peserta 1.000 pesilat Farhan Ramadhani bercerita mengenai pengalamannya berkontribusi di festival budaya sebagai generasi milenial.

Farhan yang biasa disapa Aan ini mengaku senang dapat ikut berperan melestarikan budaya Betawi di kampungnya, Rawa Belong.

“Saya ikut latihan mulai dari tiga minggu lalu, latihannya gabungan di Hutan Kota Srengseng. Di situ kita latihan mengenai jurus yang akan ditampilkan. Gerakan ini semua diambil dari gerakan cingkrik Rawa Belong,” kata Farhan yang juga murid dari Bachtiar di Sanggar Si Pitung Rawa Belong kepada Kompas.com, Sabtu (12/10/2019).

 

Kuliner khas Betawi yaitu kerak telor, ikut meramaikan bazar Gelar Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).Nicholas Ryan Aditya Kuliner khas Betawi yaitu kerak telor, ikut meramaikan bazar Gelar Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).
Jurus-jurus yang ditampilkan dalam atraksi 1.000 pesilat ini pun berbeda-beda tetapi tetap pada pakem Cingkrik Rawa Belong. Ada pun jurus-jurus yang ditampilkan seperti Saup, Cingkrik, Bacok Gedor, Lenggang, dan Longok.

Farhan juga berharap acara ini dapat terus ada ke depannya. Ia menyebut acara ini merupakan pertama kali Rawa Belong mengadakan festival budaya silat.

“Harus tetap ada, semua orang Betawi kalau bisa bergabung untuk memeriahkan acara ini, kan ini untuk melestarikan dan mengembangkan silat dari tanah Betawi,” harapnya.

Baca juga: 6 Minuman Orang Betawi Kuno yang Masih Eksis Hingga Kini

Galeri Seni Budaya Kampung Silat Rawa Belong juga dimeriahkan dengan 100 tenant atau booth yang terdiri dari kuliner, pakaian, aksesoris yang semua berasal dari budaya Betawi.

Kuliner-kuliner khas Betawi seperti kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi siap menghilangkan rasa lapar dan haus para pengunjung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X