7 Tips Berwisata di Tiga Pulau Bersejarah Kepulauan Seribu

Kompas.com - 14/10/2019, 20:30 WIB
Tugu kincir angin di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu Rifqi Aufal SutisnaTugu kincir angin di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu


JAKARTA, KOMPAS.com – Jakarta sebagai kota megapolitan mempunyai hiruk pikuk dan kesibukannya sendiri. Namun, di balik itu, Jakarta memiliki keindahan wisata bahari yang tidak boleh kamu lewatkan.

Setidaknya terdapat 4 pulau yang termasuk dalam Taman Arkeologi Onrust dan di bawah Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, yaitu Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Bidadari.

Baca juga: Kisah Pulau Onrust, Pulau yang Tak Pernah Beristirahat

Keempat pulau tersebut dapat kamu kunjungi dalam waktu setengah hari saja karena letaknya yang berdekatan.

Biasanya dalam satu perjalanan, kamu hanya diberikan waktu menelusuri tiga pulau saja, yaitu Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir.

Tiga pulau ini umumnya adalah tempat wisata sejarah karena menyimpan berbagai peninggalan sejarah di masa kolonial Belanda.

Baca juga: Kisah Pulau Onrust, Pulau yang Tak Pernah Beristirahat

Karena sarat akan sejarah, ada beberapa hal yang harus kamu patuhi jika ingin berkunjung ke 3 pulau ini.

Berikut beberapa hal yang boleh kamu lakukan saat jelajah 3 pulau, yaitu Pulau Onrust, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir:

1. Tentukan titik permulaaan perjalanan

Untuk menuju 3 pulau bersejarah itu, kamu harus mulai menentukan pelabuhan atau dermaga mana yang akan kamu pilih.

Terdapat 3 pelabuhan yang disediakan, yaitu Pelabuhan Ancol, Muara Kamal, dan Muara Angke. Ketahui juga harga atau biaya perjalanan di pelabuhan-pelabuhan itu.

2. Pakai pakaian senyaman mungkin dan bawa handuk kecil

Cuaca di tiga pulau tersebut panas. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memakai pakaian senyaman mungkin seperti kaus oblong atau t-shirt.

Jangan memakai pakaian berkerah dan pakaian yang sempit karena akan semakin membuat kamu makin kegerahan.

Jangan lupa bawa handuk kecil untuk menyeka keringat di tubuh kamu. Badan kamu akan berkeringat lebih banyak ketika mengeksplor pulau-pulau ini.

3. Dokumentasikan melalui foto, video atau membuat catatan perjalanan

Ada baiknya kamu tidak melupakan membuat catatan perjalanan selama kamu menelusuri pulau. Kamu bisa menentukan tempat-tempat apa yang akan kamu cari di sana.

Baca juga: Pulau Kelor, Kisah Suram Benteng Kuno dan Pulau Kuburan

Jangan lupa untuk mendokumentasikan koleksi-koleksi atau bangunan bersejarah di sana. Dokumentasi berupa foto atau video sifatnya akan abadi dan nantinya dapat kamu kenang menjadi momen yang tidak terlupakan.

Benteng Martello yang menjadi primadona sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda di Pulau Kelor, Kamis (10/10/2019).Nicholas Ryan Aditya Benteng Martello yang menjadi primadona sisa-sisa peninggalan kolonial Belanda di Pulau Kelor, Kamis (10/10/2019).

4. Mulai perjalanan pada pagi hari dan pulang pada siang hari

Sebaiknya memulai perjalanan pada pagi hari dan pulang pada siang hari. Hal ini karena ombak yang masih tenang pada waktu-waktu tersebut.

Ombak akan berubah menjadi besar dan tak menentu biasanya pada waktu sore hari hingga malam.

5. Mengikuti arahan pemandu atau ketua rombongan selama kegiatan berlangsung

Tiga pulau yang kamu kunjungi memiliki pemandu wisata yang berasal dari Pulau Onrust. Mereka akan memandu kamu untuk menelusuri tempat-tempat unik sarat sejarah yang ada di sana.

Sebaiknya, kamu jangan berpencar dan ikuti arahan pemandu atau ketua rombongan selama eksplorasi pulau.

Kamu baru boleh memiliki waktu sendiri untuk berfoto atau sekadar menikmati pantai ketika pemandu mengarahkan kamu pada waktu-waktu bebas.

Baca juga: Setengah Hari Menjelajah 3 Pulau di Kepulauan Seribu Jakarta

6. Kenali dan catat nomor telepon pengemudi perahu untuk memudahkan komunikasi

Jangan lupa untuk mencatat nomor telepon pengemudi perahu agar memudahkan proses komunikasi kamu sebelum dan sesudah mengeksplor pulau. Kamu tidak akan kesulitan mencari pengemudi apabila sudah memiliki nomor teleponnya.

7. Cuci tangan sebelum meninggalkan pulau

Ketiga pulau yang akan kamu kunjungi ini merupakan tempat wisata sejarah. Jadi, kamu harus mengingat bahwa tempat ini sudah banyak dikunjungi orang-orang selama beratus tahun.

Berbagai virus dan penyakit ada di sana. Terlebih lagi, di Pulau Cipir merupakan pulau yang dulunya bekas Rumah Sakit Karantina Haji. Wabah penyakit pes pernah terjadi di pulau ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X