Kompas.com - 15/10/2019, 21:05 WIB
Toko pertama Tauco Cap Meong berada di jl. HOS Cokroaminoto No. 160, Kota Cianjur sejak tahun 1880 Kompas.com / Gabriella WijayaToko pertama Tauco Cap Meong berada di jl. HOS Cokroaminoto No. 160, Kota Cianjur sejak tahun 1880

CIANJUR, KOMPAS.com - Liburan ke Cianjur merupakan salah satu pilihan menarik untuk menghabiskan akhir pekan.

Jarak dengan ibu kota yang relatif tak jauh, memudahkan akses wisatawan untuk berlibur ke Cianjur.

Cuaca yang sejuk dan kota yang relatif tak terlalu padat membuat Cianjur menjadi tempat yang cocok untuk melepas lelah dan penat.

Bila ingin ke Cianjur, kamu bisa berkunjung di beberapa lokasi wisata. Pastikan sebelum berangkat kamu sudah mempersiapkan transportasi, kamar hotel, uang saku, dan tujuan wisata.

Berwisata akhir pekan di Cianjur, menginap satu malam adalah pilihan terbaik. Jika hanya liburan satu hari di Cianjur, tenaga dan waktumu hanya akan habis di perjalanan serta tak banyak mengunjungi obyek wisata.

Baca juga: Mengunjungi Bumi Ageung, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan di Cianjur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika ingin berkunjung ke Cianjur, disarankan mengunakan kendaraan pribadi seperti mobil. Kamu bisa mempersingkat waktu tempuh perjalanan dengan menggunakan mobil. Perjalanan akan melewati jalan tol Jagorawi dan menempuh waktu kurang lebih 4 jam tergantung arus lalu lintas.

Jika kamu tidak memiliki mobil pribadi, dapat menyewa mobil sedan atau mini bus. Biaya untuk menyewa sedan atau mini bus mulai dari Rp 600.000 per hari. Biaya tersebut belum termasuk biaya masuk tol, parkir, bahan bakar, dan makan serta kamar tidur supir mobil sewa.

Toko Roti Tan Keng Chu tampak depan, Toko Roti Tan Keng Chu merupakan toko roti legendari yang berada di Cianjur. Toko Roti Tan Keng Chu berdiri sejak 1926.Kompas.com/ gabriella wijaya Toko Roti Tan Keng Chu tampak depan, Toko Roti Tan Keng Chu merupakan toko roti legendari yang berada di Cianjur. Toko Roti Tan Keng Chu berdiri sejak 1926.

Untuk biaya masuk tol Jagorawi sebesar Rp. 8.500 dari pintu masuk TOL Jakarta ke Ciawi begitu pula sebaliknya. Setelah keluar ke gerbang tol Ciawi bisa melanjutkan perjalanan ke arah Cianjut melalui Jalan Raya Puncak.

Untuk biaya bahan bakar ini juga yang perlu diperhatikan. Agar perjalanan wisata kamu lancar persiapkan uang untuk perjalanan dua hari tersebut.

Baca juga: Melihat Proses Pembuatan Tauco Tertua di Cianjur

Biaya untuk mengisi bahan bakar sebaiknya sisihkan sebanyak Rp. 300.000 agar tidak ketar-ketir saat di tengah perjalanan, bahan bakar mulai menipis.

Jika ingin berlibur dalam waktu satu malam di Cianjur tidak disarankan untuk mengunakan transportasi umum seperti bus. Perjalanan menggunakan bus akan memakan waktu hingga lebih dari 10 jam.

 

Hari Pertama

Sabtu pagi, berangkat dari Jakarta sekitar jam 06.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepadatan volume kendaraan dan menyebabkan kemacetan. Bila berangkat tepat waktu, perkiraan tiba sampai Cianjur sekitar pukul 10.00 WIB.

Tujuan pertama bisa menuju ke tempat pembuatan Tauco Cap Meong, di Jl. Gunung Lajung KM 5 Cugenang, Kab. Cianjur.

Salah satu kariawan Tauco Cap Meong sedang melakukan Proses perebusan kedelai, proses berjalan selama 5 hingga 6 jam.Kompas.com / Gabriella Wijaya Salah satu kariawan Tauco Cap Meong sedang melakukan Proses perebusan kedelai, proses berjalan selama 5 hingga 6 jam.

Di Tauco Cap Meong, kamu melihat perjalanan tauco dari biji kedelai hingga dikemas dalam botol dan siap diperjualbelikan. Proses yang dilakukan masih tradisional.

Kamu juga bisa membawa pulang Tauco Cap Meong yang legendaris dari Cianjur.

Baca juga: Cerita Tauco Cap Meong Cianjur, Umurnya Lebih dari 1 Abad

Dari Tauco Cianjur, kamu bisa merapat ke Restoran Ikan Bakar Cianjur. Restoran Ikan Bakar Cianjur ini berbeda dengan yang ada di kota-kota lain karena menghadirkan suasana Sunda yang pekat.

Kamu bisa menikmati makanan khas Sunda sambari menikmati pemandangan gunung yang asri di Restoran Ikan Bakar Cianjur. Hidangan yang patut dicoba adalah nasi liwet, gurame pesmol, dan tumis pucuk labu.

Baca juga: Manisan Mulia Sari, Manisan Legendaris di Cianjur Sejak Tahun 1950-an

Setelah puas makan siang, berburu makanan penutup dengan rasa manis bisa jadi . Kamu bisa mengunjungi manisan Mulia Sari Cianjur yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto no. 205, Cianjur.

Pegawai Manisan Ny Tan, Mulia Sari sedang mengemas salah satu manisan.KOMPAS.com / Gabriella Wijaya Pegawai Manisan Ny Tan, Mulia Sari sedang mengemas salah satu manisan.

Toko manisan ini menjual manisan buah seperti mangga, kedondong, salak dan lain-lain. Rasa manisan ini sungguh menggugah selera.

Rasa segar dari buah dipadupadankan dengan rasa manis gula pasir dapat membuat penikmatnya ketagihan. Manisan Mulia Sari dijual dari harga Rp 40.000 hingga Rp 100.000.

Setelah puas memakan manisan, kamu bisa bersantai di Alun-alun Kota Cianjur. Kamu bisa bersantai duduk di bawah pohon yang rindang dengan menikmati segelas es jeruk kelapa muda yang dijual sangat banyak di sana.

Masjid besar di Alun-alun Cianjur dengan patung Al Quran di depannya.KOMPAS.com/ DOK HUMAS PEMKAB CIANJUR Masjid besar di Alun-alun Cianjur dengan patung Al Quran di depannya.

Banyak pedagang makanan yang menjajakan jajanan ringan seperti cilok, siomay dan telur gulung. Setelah bersantai di Alun-Alun Kota Cianjur, kamu bisa langsung check-in hotel.

Untuk rekomendasi penginapan di Cianjur ada beberapa hotel seperti Shine BNB, TW Hotel, dan Bydiel Hotel. Harga menginap mulai dari Rp 300.000 per malam. Hotel-hotel tersebut masih berada di sekitar pusat Kota Cianjur dan mudah untuk diakses.

Setelah check-in dan selesai membersihkan tubuh, waktunya untuk makan malam. Untuk makan malam jangan lewatkan untuk menyantap Sate Maranggi Ma Nunung yang berada di Jalan K. H. Ashari Nomor 13, Solokpandan, Cianjur.

Baca juga: Uniknya Sate Maranggi Cianjur, Dimakan Bersama Ketan dan Nasi Kuning

Sate Maranggi memiliki keunikan yaitu disantap mengunakan nasi uduk dan ketan. Sate maranggi tidak seperti sate biasanya yang disajikan dengan bumbu kacang tetapi sate ini diselimuti bumbu dari kecap, cuka dan ketumbar yang dihaluskan.

Rasa manis dan gurih serasa satu piring sate maranggi dan ketan atau nasi uduk tak cukup. Sate maranggi Ma Nunung buka pada jam 07.00 sampai jam 23.00 WIB.

Sate maranggi Ma Nunung dapat dikunjungi di jalan K. H. Ashari No.13, Solokpandan, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur.

 

Hari Kedua

Untuk hari kedua, kamu bisa mencari sarapan di Toko Roti Tan Keng Cu. Toko roti sejak zaman kolonial ini dulunya sebagai pemasok roti tawar bagi tentara Belanda se-Jawa Barat.

Baca juga: Roti Tan Keng Chu, Roti Para Tentara Belanda di Zaman Kolonial

Toko Roti ini tak lenyap dimakan oleh waktu. Rasa yang dihadirkan sangat pas meskipun roti yang dijual sangat sederhana. Tekstur kenyal dan rasa manis roti cocok dinikmati dengan teh atau kopi hangat.

Roti manis merupakan salah satu roti andalan dari toko roti yang sudah berdiri sejak 1926. Selain roti tempo dulu, Toko Roti Tan Keng Cu juga berinovasi menghadirkan hidangan dengan selera kekinian seperti aneka pizza, zupa soup, dan roti dengan beraneka ragam rasa.

Roti manis dari Toko Roti Tan Keng Chu, yang baru saja keluar dari oven dan siap untuk di beli oleh pelanggan.Kompas.com / Gabriella Wijaya Roti manis dari Toko Roti Tan Keng Chu, yang baru saja keluar dari oven dan siap untuk di beli oleh pelanggan.

Selanjutnya, kamu bisa lanjutkan perjalanan ke Saung Sarongge yang berlokasi di Kampung Sarongge, RT 01/RW 09 Desa Ciputi, Pacet, Cianjur. Saung Sarongge merupakan desa wisata menyediakan beragam pilihan kegiatan wisata edukasi.

Perjalanan dari pusat Kota Cianjur ke Saung Sarongge bisa mencapai 30 sampai 45 menit. Sampai di sana, banyak kegiatan yang bisa menambah seru liburanmu. Kamu bisa mengikuti berbagai workshop dari masyarakat desa di Saung Sarongge.

Baca juga: Melepas Penat di Cianjur, Coba Mampir ke Saung Sarongge

Kamu dapat belajar bagaimana memetik kubis, buncis dan bayam Jepang atau mengolah pupuk organik. Kamu juga bisa belajar memasak dari hasil sayur-mayur yang telah dipanen sendiri.

Selain tentang workshop mengenai perkebunan organik, ada juga kegiatan di perternakan kelinci dan kambing.

Kamu dapat mengikuti workshop membuat sabun sereh, kerajinan dari barang bekas dan masih banyak lagi.

Suasana makan yang disediakan berupa liwetan, atau makan berramai-ramai di atas daun pisang di Saung Sarongge, Saung Sarongge merupakan desa wisata edukasi yang berada di kaki Gunung Gede Kabupaten Cianjur.Kompas.com / Gabriella Wijaya Suasana makan yang disediakan berupa liwetan, atau makan berramai-ramai di atas daun pisang di Saung Sarongge, Saung Sarongge merupakan desa wisata edukasi yang berada di kaki Gunung Gede Kabupaten Cianjur.

Untuk makan siang, kamu dapat meminta pengelola Saung Sarongge untuk menyiapkan liwetan. Liwetan adalah cara memasak yang disiapkan di atas daun pisang dan ramai-ramai dimakan dengan tangan oleh penikmatnya.

Di sekitar saung terdapat perkebunan teh yang pemandangannya asri dan dipenuhi warna hijau, dapat mengusir penat dan lelah saat beraktivitas di daerah perkotaan.

Sebelum pulang, tak lupa kamu juga dapat berbelanja hasil karya ibu-ibu UKM di saung Sarongge. Kamu bisa membeli sabun sereh, lulur alami, manisan khas Cianjur, aneka olahan sambal, teh dan masih banyak lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.