Nostalgia Buah Duwet di Gunungkidul, Kini Sulit Ditemukan...

Kompas.com - 16/10/2019, 08:07 WIB
Pembeli Membeli Buah Duwet yang dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Playen, Gunungkidul Senin (14/10/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOPembeli Membeli Buah Duwet yang dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Playen, Gunungkidul Senin (14/10/2019)

Menurutnya, buah duwet salah satu cara untuk bernostalgia dengan masa kecilnya yakni mencari duwet di sekitar pekarangan rumah, dan tetangga.

"Sejak kecil saya suka duwet, kebetulan pas di Pasar Playen sekalian membeli dua kilo untuk saya sendiri dan teman-teman," katanya.

Baca juga: 5 Pantai Pasir Putih di Gunungkidul

Wahyu menyebut buah duwet ini cocok dikembangkan di Gunungkidul karena pohon duwet tidak memerlukan air yang banyak.

"Kalau makan lidahnya menjadi ungu, malah ingat waktu kecil dulu," ucapnya. 

Duwet memiliki buah berbentuk lonjong dan berwarna biru tua nyaris hitam. Duwet memiliki tekstur buah sedikit berserat, dan memiliki biji hampir separuh dari buah.

Dari beberapa artikel buah dengan nama lain Jamblang ini memiliki kasiat karena memiliki serat tinggi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X