Kompas.com - 19/10/2019, 14:00 WIB
Penduduk Desa Giriloyo mewarnai kain batik di teras rumah. Kompas.com/Silvita AgmasariPenduduk Desa Giriloyo mewarnai kain batik di teras rumah.

"Namun kami tetap bertahan sampai 2006 terkena gempa. Setengah tahun kami tak ada kegiatan membatik. Kami berusaha memperbaiki rumah tinggal dan fokus dalam penyembuhan trauma pasca gempa," cerita Nur.

Satu tahun pasca gempa, penduduk Desa Giriloyo dibantu Lembaga Sosial Masyarakat yang membantu penyembuhan trauma bangkit dari keterpurukan. Hal ini ditandai dengan pemecahan rekor MURI menggelar selendang batik terpanjang 1.200 meter di jalanan desa.

"Kami memecahkan rekor MURI pada 27 Mei 2007, dan kami bisa dikenal karena itu,"

Desa mandiri karena batik

Jarak Desa Giriloyo dari Tugu Yogyakarta sekitar 18 kilometer butuh waktu berkendara satu jam. Lokasinya terbilang jauh dari pusat kota Yogyakarta, tetapi penduduk desa ini terbilang mandiri dalam perekonomian, tak lain karena batik.

Desa Giriloyo bukan cuma menjual batik, tetapi mengemas batik menjadi program wisata yang edukatif. Pengunjung dapat mengikuti workshop batik dengan paket harga yang bervariasi.

Dalam payung besar Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, ada 600 kepala keluarga yang berasal dari tiga dusun bekerja sama untuk mengelola Desa Wisata Giriloyo.

Peran para pembatik bukan lagi cuma menorehkan malam atau mewarnai kain, mereka diajak untuk memandu wisatawan, memasak konsumsi bagi wisatawan, dan menyewakan kamar di rumah untuk homestay.

Kini Desa Wisata Giriloyo, menerima tamu sekitar 25.000 orang pertahun. Orang-orang ini yang tertarik untuk belajar membatik

Jika dikalikan dengan harga paket belajar batik dan makan siang yang dihargai Rp 50.000an, maka dalam setahun Desa Wisata Giriloyo mampu mendatangkan Rp 1,25 miliyar.

Uang tersebut masuk ke khas Paguyuban Batik Tulis Giriloyo kemudian didistribusikan langsung kepada anggota yang terlibat dan bekerja.

Bagi Nur, batik bukan cuma selembar kain. Batik adalah suatu warisan budaya yang hidup dan menghidupi Desa Giriloyo.

"Bukti batik itu hidup dari ratusan tahun lalu, Alhamdullilah masih dapat terus dilestarikan. Bukti batik menghidupi dengan adanya batik, kehidupan warga kami terangkat. Semua sinergi dengan pariwisata dan kerajinan batik tulis di sini," pungkas Nur Ahmadi.

Baca juga: Yuk Tonton Merapah 5 Warisan Budaya Batik ke Cirebon, Pekalongan, dan Lasem

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X