Tips Buka Usaha Makanan Ala Gibran dan Chef Arnold

Kompas.com - 22/10/2019, 12:00 WIB
Martabak delapan rasa yang jadi andalan Markobar Kompas.com/MentariMartabak delapan rasa yang jadi andalan Markobar

 JAKARTA, KOMPAS.com - Sama-sama berkecimpung di dunia bisnin makanan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Chef Arnold membagi tips untuk calon oengusaha makanan yang tertarik membuka usaha makanan.

Untuk Gibran sekarang lebih menyarankan bisnis makanan dengan konsep grab and go. Ia menilai bahwa konsep tersebut menguntungkan.

Baca juga: Gibran Buka Cabang Restoran di Sydney Tahun Depan

“Konsep grab and go itu adalah konsep yang sangat menguntungkan untuk pemilik usaha jadi orang bisa langsung pesan dengan aplikasi dan langsung diantar itu sangat efektif dan menguntungkan,” jelas Gibran di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Sebagai pemilik usaha Goola dan Mangkok Ku, Gibran mulai menerapkan konsep grab and go di usaha makanannya agar mudah diantar. Ia melihat bahwa konsep grab and go lebih cepat, tak memakan banyak waktu, praktis dan efisien.

“Jadi konsep grab and go akan diterapkan di Mangkok Ku. Semuanya serba take away, semua pakai aplikasi ojek online, serba cepat pesen antar pesen atar jadi benar benar menjadi konsep yang diterapkan oleh Mangkok Ku," tambahnya.

Gibran mengatakan Mangkok Ku didesain menjadi makanan yang cepat yang bisa dinikmati oleh teman-teman yang kerja di kantor yang jam istirahatnya pendek.

Chef Arnold juga memberikan tips bagi para pengusaha makanan muda yang masih pemula atau mau terjun kedunia bisnis makanan.

Ia mendorong para calon pengusaha untuk memikirkan segala aspek yang ada dalam bisnis makanannnya mulai dari cara memasak, mengelola, dan harus diperhitungkan dengan mantap.

Baca juga: Diberi Semua Bisnis Kuliner Gibran Rakabuming, Ini Reaksi Kaesang

“Jadi terapkan agensi, cara kerja, cara mengelola, kosistensi, dan juga semuanya itu harus ada hitunannya, ada formulanya. Dan makanan di semua outlet harus sama ,” papar Chef Arnold.

Ia juga menyarankan untuk melek teknologi dan memasarkan produk di dunia digital , karena semua aspek hidup sudah dapat diakses di gadget. Masyarakat zaman sekarang pun juga sangat bergantung dengan alat komunikasi itu.

“Digital world bisa dijadikan tools untuk marketing karena semua orang zaman sekarang semua pakai gadget. Dan kalau juga kalau dikomplain diterima dengan baik. Karena masukan yang positif dan negatif adalah masukan yang bisa buat kita untuk maju,” jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X