Kompas.com - 22/10/2019, 20:10 WIB
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012). Gunung yang tumbuh dalam Kaldera Sunda 90.000 tahun lalu memiliki tiga kawah, yakni Panguyangan Badak yang berumur 90.000-40.000 tahun lalu, Kawah Upas yang berumur 40.000-10.000 tahun lalu, dan Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012). Gunung yang tumbuh dalam Kaldera Sunda 90.000 tahun lalu memiliki tiga kawah, yakni Panguyangan Badak yang berumur 90.000-40.000 tahun lalu, Kawah Upas yang berumur 40.000-10.000 tahun lalu, dan Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan Tangkuban Parahu turun status dari Level II Waspada menjadi Level I normal.

Dilansir dari Kompas.com, Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, mendukung kembali dibukanya Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu untuk para wisatawa.

Baca juga: Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

"Kalau secara ilmiah dari PVMBG mengatakan aman maka kita akan viralkan agar wisatawan bisa kembali lagi ke sana. Setiap kemungkinan ilmiah bisa dibuka kembali pasti kita akan dukung. Saya akan rapatkan besok lusa. Nanti dikabari seperti apa," ungkap Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa (22/10/2019).

Dalam beberapa bulan terakhir Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu wisatawan tak diperkenankan masuk ke kawasan Taman Wisata dan tidak dapat menikmati keindahan kawah di Gunung Tangkuban Parahu.

Baca juga: Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Terhitung sejak Senin, 21 Oktober 2019 Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Tangkuban Perahu dari level II Waspada menjadi level I normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sudah ditetapkan aman, para wisatawan diperbolehkan datang kembali dan menikmati kesejukan dan pemandangan di Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu.

Bagi kamu warga Jakarta yang ingin pergi ke Gunung yang berada Jawa Barat ini sangatlah mudah. Selain mengunakan transportasi umum kamu juga bisa mengunakan trasnportasi pribadi.

Pedagang membersihkan atap kiosnya dari debu vulkanik pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pengelola Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu menyatakan, Wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu akan dibuka setelah kawasan wisata tersebut bersih dari debu vulkanik.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Pedagang membersihkan atap kiosnya dari debu vulkanik pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pengelola Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu menyatakan, Wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu akan dibuka setelah kawasan wisata tersebut bersih dari debu vulkanik.

Jarak yang harus ditempuh adalah 160 KM dan waktu yang diperlukan adalah 3 jam 40 menit.

Kamu bisa langsung masuk tol dalam kota menuju arah Bandung dan keluar di jalur tol Subang dan terus mengikuti arah jalan ke arah Lembang dan Tangkuban Perahu. Kamu bisa mengikuti panduan dengan peta dalam telfon pintar.

Baca juga: 8 Fakta Gunung Tangkuban Parahu, dari Sangkuriang hingga Erupsi Purba

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu menyimpan pesona alam yang bisa kamu nikmati bersama keluarga, teman atau saudara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.