Sejumlah Masalah di Bali Bisa Jadi "Bom Waktu", Ini Tugas Wishnutama

Kompas.com - 24/10/2019, 20:43 WIB
Wisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AWisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali.

 

Soal turis nakal juga menjadi permasalahan yang memperburuk citra pariwisata Bali. Turis nakal misalnya yang berbuat kriminal, pura-pura gila, hingga ribut juga harus menjadi perhatian.

Menurutnya, hal ini karena kualitas wisatwan yang datang ke Bali sudah menurun. Hal ini dipengaruhi oleh semakin murahnya biaya untuk berwisata di Bali. Hal tersebut tak terlepas dari adanya kebijakan bebas visa dan makin banyaknya penerbangan murah dari luar negeri.

"Semua orang sekarang bisa datang ke Bali. Kadang yang datang bukan wisatawan tapi kriminal," katanya.

Baca juga: Kabinet Jokowi Jilid 2, Sosok Menteri Pariwisata Harapan Pelaku Pariwisata Bali

Ke depannya, Bali yang dikenal sebagai kawasan wisata budaya harus punya segmentasi. Diharapkan wisatawan yang datang ke Bali merupakan yang berkualitas.

Jadi harus ada standar harga di semua sektor pariwisata yang diimbangi dengan peningkatan pelayanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengatakan Bali harus lebih diperhatikan. Pasalnya, Pulau Dewata menyumbang 40 persen pendapatan dan jumlah kunjungan turis di Indonesia.

"Jadi magnet pariwisata Indonesia itu sebenarnya adalah Bali. Sehingga ini menteri itu nanti merawat Bali," kata Astawa.

Menurutnya, permaslahan pariwisata Bali adalah seputar kemecatan, masalah sampah, masalah energi, masalah listrik, dan abrasi pantai. Masalah tersebut harus diatasi jika ingin tetap bersaing dengan destinasi dari pesaing Indonesia.

"Sehingga pariwisata Bali semakin meningkat, dan keberlanjutan juga bisa dipelihara itu yang kita harapkan," katanya.

Sebelumnya, saat Presiden Jokowi saat mengumumkan nama-nama menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, Jokowi menyebut tugas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah mengurus 10 destinasi wisata baru.

Selain itu, urusan ekonomi kreatif juga menjadi tugas Wishnutama.

“Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, urusan pariwisata 10 destinasi wisata baru, ekonomi kreatif jadi urusan Wisnutama,” kata Jokowi saat membacakan susunan kabinet menteri Jokowi periode 2019-2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X