Pariwisata 5 Tahun Ini, Masa Sulit Bagi Industri MICE

Kompas.com - 24/10/2019, 21:00 WIB
Acara 8th Indonesia Mice Outlook 2016 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Selasa (1/12/2015). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoAcara 8th Indonesia Mice Outlook 2016 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Selasa (1/12/2015).


JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Congress & Convention Association (INCCA) Iqbal Alan Abdullah menilai lima tahun terakhir merupakan tahun-tahun menyulitkan untuk industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.

Menurut Iqbal, industri MICE tak mengalami banyak mengalami kemajuan. Ia melanjutkan, seharusnya MICE punya potensi besar untuk mengejar Thailand, Singapura ataupun Korea Selatan.

“Tapi kita belum bisa bergerak. Kita punya Presiden yang punya visi hebat untuk MICE, tapi eksekusinya di lapangan yaitu di tingkat kementerian kurang bagus,” kata Iqbal ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Iqbal juga menanggapi bergabungnya ekonomi kreatif dengan pariwisata pada periode kedua Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Sosok Menteri Pariwisata yang Diharapkan Pelaku Industri MICE

Ia mengatakan, pemerintah harus hati-hati dalam mengimplementasikan agar nantinya bukan ekonomi kreatif yang lebih utama daripada pariwisata.

“Ini harus hati-hati dalam implementasinya, jangan nanti malah lebih beratnya ke kreatif daripada pariwisatanya sebab pariwisata itu luas,” ujarnya.

Lanjutnya, seharusnya MICE dapat bergerak maju apabila ada pemahaman yang sama mengenai pasar dan bagaimana bekerja sama mengelola destinasi.

Ia juga mempertanyakan kementerian pariwisata perihal industri yang akan dibawa ke arah mana.

Supporting nyata kementerian itu di mana kita tidak melihat konkritnya. Mereka di atas kertas bilang MICE penting tapi praktiknya kan tidak. Contoh kecil saja untuk data dan riset kita itu saling lempar. Coba ditanya ke PCO atau PEO kita selain create event sendiri mereka selama ini hidupnya dari mana apakah dari kementerian pariwisata atau kementerian/lembaga lain?,” tanya Iqbal.

Para penonton konser Westlife, The Twenty Tour 2019 Live in Indonesia, yang digelar di ICE BSD, Tangerang, terlihat sudah membentuk antrean panjang menuju pintu masuk.KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Para penonton konser Westlife, The Twenty Tour 2019 Live in Indonesia, yang digelar di ICE BSD, Tangerang, terlihat sudah membentuk antrean panjang menuju pintu masuk.

Iqbal berharap agar di era kepemimpinan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru Wishnutama Kusubandio, MICE dapat duduk bersama dengan Kementerian Pariwisata.

Ia mengatakan bahwa antara MICE dan Kementerian Pariwisata memiliki peran masing-masing dan saling mendukung.

“MICE itu secara prinsip harus dikelola bersama, satu tim, mulai dari diplomat kita, kementerian/lembaga terkait, asosiasi internasional, sampai planner/organizer dan suppliernya," ujarnya.

Baca juga: MICE di Hotel-hotel Sulawesi Kian Lesu

Industri tidak bisa maju sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak.

“Yang jelas kita berharap menteri baru bisa mendengar dari sisi industri, itu sangat penting,” pungkasnya.

Dosen MICE Politeknik Negeri Jakarta, Christina L. Rudatin mengatakan Indonesia kurang memiliki data profil wisatawan yang berkunjung ke Indonesia untuk alasan MICE. Ia menyebutkan MICE belum menjadi perhatian serius dan belum ditangani semestinya oleh Kementerian Pariwisata.

"Masih fokus di leisure. Termasuk penetapan 10 destinasi prioritas masih untuk wisatawan leisure," kata Christina saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Meski MICE belum maksimal, data Kementerian Pariwisata mencatat adanya tren kenaikan untuk wisatawan mancanegara dengan tujuan MICE.

Data kunjungan wisatawan mancanegara untuk tujuan MICE pada tahun 2017 sebanyak 695.000 orang sedangkan tahun 2018 ada sebanyak 1.179.000 orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X