7 Es Tradisional Indonesia, Buat Adem Saat Suhu Panas

Kompas.com - 25/10/2019, 13:00 WIB
Cendol Kacang Polong kaya antioksidan. TABLOID NOVA/AHMAD FADILAHCendol Kacang Polong kaya antioksidan.


JAKARTA, KOMPAS.com - Suhu panas yang melanda beberapa daerah di Indonesia, dikeluhkan oleh banyak orang. Salah satu cara untuk meredam suhu panas dalam tubuh akibat terpapar sinar matahari dengan minum yang dingin-dingin seperti es tradisional Indonesia. 

Baca juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini 3 Daerah dengan Suhu Tertinggi

Meskipun keberadaanya mulai langka, tetapi rasanya tak kalah denagn minuman es dari luar negeri seperti thai tea atau bubble tea. Berikut tujuh minuman es tradisional yang dapat kamu nikmati saat cuaca sedang panas :


1. Es Selendang Mayang

Jaip, pedangang es selendang mayang yang bisa kamu temui di kawasan Kota TuaKOMPAS.COM/ALBERT SUPARGO Jaip, pedangang es selendang mayang yang bisa kamu temui di kawasan Kota Tua

Berasal dari Betawi, es tradisional ini memiliki rasa manis dan gurih. Komposisi minuman ini terdiri dari tepung hunkwe dan tepung sagu yang dibentuk seperti kue lapis. Biasanya disajikan dengan gula merah dan santan, dan tambahan es batu.

Cita rasa es selendang mayang manis dari gula Jawa, gurih dari santan dan memiliki tekstur kenyal dari tepung sagu.

Baca juga: Es Selendang Mayang, Jajanan yang Semakin Sulit Ditemukan

Es tradisional yang sudah mulai jarang ditemui di ibu kota ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Untuk menikmati es selendang mayang, dapat menuju ke daerah pekampungan Betawi atau Kota Tua, Jakarta.


2. Es Doger

Es doger dari Goola.Kompas.com/Silvita Agmasari Es doger dari Goola.

Es tradisional asal Kota Bandung, Jawa Barat ini merupakan minuman yang terdiri dari susu, parutan kelapa, tape singkong, ketan hitam, alpukat, kembang pacar atau sagu mutiara, kolang kaling, dan tak lupa roti tawar juga turut ditambahkan dalam sajian es doger ini.

Baca juga: Es Selendang Mayang, Jajanan yang Semakin Sulit Ditemukan

Rasa yang dihadirkan jadi bermacam-macam, manis dari gula, asam dati tape ketan, dan gurih dari santan. Es doger dapat ditemukan pada kedai-kedai di pinggir jalan. Sekarang es doger bahkan dapat dibeli di mal. 

 

3. Es Dawet Ayu

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Es dawet panas panas gini segerrr luurr ????

Sebuah kiriman dibagikan oleh JOGJA FOOD (@jogjafood77) pada 22 Okt 2019 jam 12:31 PDT


Es dawet terkenal di Jawa Tengah, khususnya Banjarnegara. Minuman ini terbilang mudah ditemui di kota besar, dengan ciri khas penjual yang membawa dua gentong berukuran besar. 

Satu gentong berisi santan dan dawet, satu lagi berisi gula merah dan es, 

Baca juga: Wisata Kuliner di Jogja 2019, 4 Tempat Makan di Sekitar Prambanan

Di beberapa daerah, seperti di Yogyakarta dawet ireng juga terkenal. Dawet dengan warna hitam yang diambil dari perasan sekam yang dibakar. Harga dawet terbilang ramah di dompet. Harga segelas dawet ayu mulai Rp 3.000.


4. Es Dawet Telasih

Es Dawet Telasih di Pasar Gede Solo.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Es Dawet Telasih di Pasar Gede Solo.

Dawet satu ini beradal dari Kota Solo. Es dawet telasih identik dengan biji tumbuhan selasih atau orang Solo menyebutnya telasih. Dawet terdiri dari jenang sumsum, gula yang dilarutkan kedalam air, ketan hitam, dan dawet hijau.

Baca juga: Berbuka Puasa dengan Es Pisang Ijo, Nikmat...

Jika ingin mencicipi es dawet ini kamu bisa banyak menemuinya di Solo, terutama di Pasar Gede. Bagi kamu yang ingin menghilangkan dahaga dengan dawet ini, kamu harus datang ke Pasar Gede pagi-pagi sekitar pukul 08.00-09.00 agar tidak kehabisan.

5. Es Goyobod

Es Goyobod GarutDOK. Jelajah Garut/ Echa Es Goyobod Garut

Minuman khas Jawa Barat ini biasanya dijajakan oleh penjual keliling. Es goyobod yang dingin segar ini punya ciri khas yakni berisi potongan goyobod yakni adonan tepung hunkwe. Teksturnya kenyal lembut dan rasanya sedikit gurih santan.

Seporsi es goyobod biasa disajikan dalam mangkuk berisi goyobod, alpukat, kolang-kaling dan tape singkong. Sebagai pemanis, biasa ditambahkan sirup merah dan gula cair.

6. Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo
KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU Es Pisang Ijo

Es pisang ijo berasal yang dari Makassar ini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Seperti namanya, isi dari minuman ini adalah pisang yang dikukus dan dibalut dengan adonan tepung beras berwarna hijau.

Baca juga: Bahan Pembuatan Pisang Ijo Dibuat Sendiri Oleh Pemiliknya

Selanjutnya semangkuk pisang hijau disajikan dengan santan, jenang sumsum, kacang merah, es batu yang diserut dan sirup sebagai pemanis.

Es pisang ijo sudah banyak dikenal orang, jadi sekarang sudah mudah menemukan es pisang ijo di ibu kota dan tidak perlu terbang ke Makassar untuk mencicipinya.

7. Es Nona

Minuman yang satu ini merupakan minuman legendaris di Pontianak. Bila diperhatikan, es nona ini mirip dengan es doger, hanya saja isinya berbeda.

Di minuman ini terdapat potongan atau manisan pepaya, kacang merah, dan tape. Ada pula pedagang yang menambahkan sagu mutiara, kolang-kaling, dan potongan nangka.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Es Nona.. ???? . . . . #esnona #veteran #d'bamboo

Sebuah kiriman dibagikan oleh B U N A W A T I (@stefanibun_aw) pada 30 Jul 2016 jam 10:03 PDT


Setelah semua bahannya dimasukkan ke dalam suatu wadah, lalu diatasnya akan ditambahkan dengan es serut berwarna merah muda dan diberi tambahan susu kental manis.

Perbedaan es nona dan es doger ada pada bahan es serut. Bila es doger menggunakan santan, es nona menggunakan air kapur sirih sehingga es serutnya memiliki tekstur lebih keras, dibanding es doger yang memiliki tekstur lembut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X