Tiket dan Wisata Ekslusif Pulau Komodo Masih Jadi Polemik Wisata di NTT

Kompas.com - 25/10/2019, 15:29 WIB
Keindahan Komodo di Pulau Komodo. SHUTTERSTOCK/SERGEY URYADNIKOVKeindahan Komodo di Pulau Komodo.


LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Sejumlah wisata mengeluhkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan salah satu agen perjalanan Labuan Bajo, Getrudis Naus saat dihubungi KOMPAS.com, Jumat, (25/10/2019).

"Saat ini saja harga tiket masuk di TN Komodo sangat dikeluhkan oleh wisatawan mancanegara dan Nusantara. Lalu muncul lagi wacana harga tiket yang lebih mahal," jelasnya.

Naus mengatakan menerima sejumlah pembatalan kunjungan dari wisatawan mancanegara dan nusantara. Ia menjelaskan, pihak agen perjalanan di Labuan Bajo, Ibukota Manggarai Barat sangat tidak setuju dengan wacana harga tiket yang sangat mahal di Pulau Komodo.

Selain itu, konsep wisata eksklusif disebut tidak berdampak bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Taman Nasiona Komodo.

Naus menjelaskan agent travel memberikan klarifikasi melalui surat email kepada jaringan agent travel di seluruh dunia tentang berbagai wacana wisata ekslusif kenaikan harga tiket masuk di Pulau Komodo yang disampaikan pemerintah.

"Kami agent travel yang berada di lapangan mengetahui persis keluhan-keluhan dari wisatawan mancanegara dan Nusantara yang berkunjung ke Manggarai Barat," tambah Naus.

Baca juga: Pulau Komodo Tidak Jadi Tutup, Ini Tanggapan Asita Manggarai Barat

Ia mengatakan pemerintah harus menganalisa karakteristik wisatawan yang berlibur ke Manggarai Barat. Naus menyebut wisatawan ke Manggarai Barat didominasi oleh wisatawan backpacker bukan wisatawan minat khusus.

Naus menjelaskan, saat ini pihak Koperasi dari Balai Taman Nasional Komodo sudah menaikkan harga bagi ranger.

Setiap wisatawan harus mengeluarkan uang berkisar dari Rp 250.000 sampai Rp 350.000 diluar biaya paket perjalanan wisata ke Taman Nasional. Harga ini tidak sebanding dengan bentuk pelayanan yang memadai di dalam kawasan TN Komodo.

"Pernyataan saya ini tidak menyudutkan pemerintah melainkan demi kebaikan bersama untuk diperbaiki oleh pemerintah," jelasnya.

Komodo di Pulau RincaKOMPAS.COM/DANI PRABOWO Komodo di Pulau Rinca

Ketua Pelaksana Harian ASITA Cabang Manggarai Barat, Donatus Matur saat dihubungi KOMPAS.com, Jumat, (25/10/2019) menjelaskan, wacana kenaikan harga tiket masuk di kawasan Pulau Komodo sangat tidak disetujui oleh seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat di Manggarai Barat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X