Menikmati Rumput Laut Hinga Mbeta yang Langka Khas Flores Rongga

Kompas.com - 01/11/2019, 06:02 WIB
Warga dari Etnis Rongga memiliki hidangan khas masyarakat setempat dari sumber daya alam kelautaan. namanya hinga mbeta atau rumput laut, Rabu, (16/10/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURWarga dari Etnis Rongga memiliki hidangan khas masyarakat setempat dari sumber daya alam kelautaan. namanya hinga mbeta atau rumput laut, Rabu, (16/10/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Namun, kala itu mereka belum memberikan nama pada rumput laut itu. Suatu hari, kisah Lajo, ada beberapa orang yang pergi ke pantai untuk mencari rumput laut.

Setelah dikumpulkan, mereka pun langsung mengolahya dan ditaburi cabai lombok yang sudah diolah.

"Mereka taruh lomboknya banyak. Nah, saat mereka mencicipi rumput laut yang sudah diolah, apalagi dengan lombok ini, seseorang di antara mereka bilang begini, ' Hinga Mbeta e..' (telinga putus e), jadi dari situlah nama Hinga Mbeta diberikan dan mulai berkembang sampai saat ini," ujar Antonius, kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Mencari Kopi Manggarai di La Bajo Flores Coffee...

Lajo menjelaskan Hinga Mbeta tidak tumbuh setiap bulan. Jika ingin mencicipi lezatnya Hinga Mbeta, maka masyarakat setempat wajib ke laut pada bulan September setiap tahun hingga awal bulan Februari tahun berikutnya.

Untuk 2019 ini, wisatawan bisa menikmati hidangan hinga mbeta dari September hingga Februari 2020.

Oleh karena itu, wisatawan bisa berwisata di sepanjang Pantai Selatan dari Manggarai Timur.

"Pada bulan ini, sepanjang pantai selatan yakni, Watu Kodi, Nanga Rawa, Toko Wolo, Tibo Rumbu, Ghore ghare, Lia Mbapa, Watu Pu'u, Alo Wae Rengga di tumbuhi Hinga Mbeta," jelasnya.

Salah satu warga dari Etnis Rongga, Sandy Hayon kepada Kompas.com, Kamis, (17/10/2019) menjelaskan perjalanan ke pantai selatan membutuhkan waktu lebih dari satu jam dari Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Arahkan kendaraan menuju Kisol, Kelurahan Tanah Rata, lalu belok kanan menuju pantai Nanga Rawa, Desa Bamo.

Hinga Mbeta yang diambil dari pesisir laut bisa langsung dikonsumsi. Namun bagi masyarakat etnik Rongga, Hinga Mbeta kerap disantap bersama parutan kelapa.

Untuk menghilangkan bau amis Hinga Mbeta terlebih dahulu harus dicuci dengan dengan air tawar atau pun air panas. Bilas rumput laut selama beberapa kali hingga benar-benar bersih dari kotoran.

Selanjutnya, siapkan kelapa yang sudah diparut, asam yang sudah dibersihkan, dan cabai yang sudah ditumbuk dan dihaluskan.

Setelah itu, campurkan dengan rumput laut yang sudah dibersihkan. Diamkan beberapa 10-15 menit setelah itu Hinga Mbeta siap dihidangkan.

"Saya suka dan senang menjelajahi pantai selatan dari Manggarai Timur dengan sepeda motor sambil menikmati keindahan alama dan makanan khas etnis Rongga," jelasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.266 Hotel Tutup karena Corona, Ini Usulan Asosiasi untuk Pemerintah

1.266 Hotel Tutup karena Corona, Ini Usulan Asosiasi untuk Pemerintah

Whats Hot
Sulitnya Kumpulkan Data untuk Atasi Krisis Pariwisata karena Corona

Sulitnya Kumpulkan Data untuk Atasi Krisis Pariwisata karena Corona

Whats Hot
[POPULER TRAVEL} Pengalaman Bikin Dalgona Coffee | Es Kopi Kunyit

[POPULER TRAVEL} Pengalaman Bikin Dalgona Coffee | Es Kopi Kunyit

Whats Hot
Resep Es Kopi Susu Gula Aren Kekinian, Mudah Dibuat di Rumah

Resep Es Kopi Susu Gula Aren Kekinian, Mudah Dibuat di Rumah

Makan Makan
Yuk Lihat Karya Pelukis Hendra Gunawan di Pameran Virtual Ciputra Artpreneur

Yuk Lihat Karya Pelukis Hendra Gunawan di Pameran Virtual Ciputra Artpreneur

Jalan Jalan
Bakso Aci Bentuk Virus Corona Ada di Surabaya, Bagaimana Cara Buatnya?

Bakso Aci Bentuk Virus Corona Ada di Surabaya, Bagaimana Cara Buatnya?

Makan Makan
Mayoritas Hotel di Bali Tutup Operasional, Sisanya Mencoba Bertahan

Mayoritas Hotel di Bali Tutup Operasional, Sisanya Mencoba Bertahan

Whats Hot
Bisnis Terpuruk, Industri Hotel Berharap Bantuan Pemerintah

Bisnis Terpuruk, Industri Hotel Berharap Bantuan Pemerintah

Whats Hot
5 Eksperimen Dalgona Coffee yang Bisa Kamu Bikin di Rumah

5 Eksperimen Dalgona Coffee yang Bisa Kamu Bikin di Rumah

Makan Makan
1.174 Hotel di Indonesia Tutup karena Pandemi Virus Corona, Pegawai Hotel Kini Cuti Tak Digaji

1.174 Hotel di Indonesia Tutup karena Pandemi Virus Corona, Pegawai Hotel Kini Cuti Tak Digaji

Whats Hot
Kebiasaan Orang Korea Selatan Pakai Masker, Ternyata Berawal dari Kejadian Ini...

Kebiasaan Orang Korea Selatan Pakai Masker, Ternyata Berawal dari Kejadian Ini...

Travel Tips
India Ubah Kereta Menjadi Rumah Sakit Sementara Covid-19

India Ubah Kereta Menjadi Rumah Sakit Sementara Covid-19

Whats Hot
Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Jalan Jalan
Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X