Kompas.com - 01/11/2019, 17:15 WIB
Kereta Api (KA) Sancaka relasi Jakarta-Surabaya melintas di jalur ganda lintas Solo - Kedungbanteng setelah tersambung di Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKereta Api (KA) Sancaka relasi Jakarta-Surabaya melintas di jalur ganda lintas Solo - Kedungbanteng setelah tersambung di Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah jadwal keberangkatan beberapa perjalanan kereta api mulai dari tanggal 1 Desember 2019.

Perubahan ini terjadi karena penggunaan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1781 Tahun 2019.

“Penetapan Gapeka 2019 ini untuk menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmono, dikutip dari siaran pers KAI, Kamis (31/10/2019).

Edi juga mentuturkan, penggunaan Gapeka 2019 akan memengaruhi penggunaan jadwal perjalanan kereta api (KA), waktu tempuh perjalanan, perpanjangan relasi KA, dan kehadiran KA baru.

Baca juga: 7 Fakta tentang Kereta Istimewa, Kereta Api Terbaru dari PT. KAI

Ia pun mengimbau untuk calon penumpang KA untuk keberangkatan 1 Desember 2019 dan seterusnya agar memperhatikan lagi jadwal yang tertera di tiket.

“Tujuannya agar tidak tertinggal kereta karena sudah diberlakukannya Gapeka 2019,” ucap Edi.

Sekarang calon pengguna KA dapat memesan tiket pada tanggal 1 November 2019 untuk keberangkatan tanggal 1 Desember 2019 dan seterusnya secara bertahap di semua kanal pembelian.

Adapun contoh perubahan jadwal dan rinciannya yaitu:

Perubahan jadwal KA

- KA Senja Utama Solo dari Pasar Senen ke Solo Balapan, yang semula berangkat pukul 22.00 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan menjadi KA Fajar Utama Solo yang berangkat pukul 05.50 WIB atau lebih awal 16 jam 10 menit.

- KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Surabaya Pasarturi, yang semula berangkat pukul 09.30 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pukul 08.15 WIB atau lebih awal 75 menit.

- KA Matarmaja dari Malang ke Pasar Senen, yang semula berangkat pukul 17.30 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pukul 09.00 WIB atau lebih awal 8 jam 30 menit.

- KA Kahuripan dari Bandung Kiaracondong ke Blitar, yang semula berangkat pukul 18.10 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pukul 23.15 WIB atau lebih akhir 4 jam 5 menit.

Baca juga: Naik Kereta ke Semarang, Surabaya, Kutoarjo Kini Bisa dari Stasiun Bekasi


Perubahan waktu tempuh KA

- KA Brantas relasi Blitar ke Pasar Senen mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh selama 54 menit dari sebelumnya 15 jam 4 menit menjadi 14 jam 10 menit.

- KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong ke Surabaya Gubeng mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh selama 82 menit dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit.

- KA Singasari relasi Blitar ke Pasar Senen mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh selama 45 menit dari sebelumnya 15 jam 55 menit menjadi 15 jam 10 menit.


Perpanjangan relasi KA

- KA Argo Wilis dan Turangga sebelumnya Surabaya Gubeng - Bandung pergi pulang (pp) kini menjadi Surabaya Gubeng - Bandung - Gambir pp.

- KA Mutiara Selatan sebelumnya Malang - Surabaya Gubeng - Bandung pp kini menjadi Malang - Surabaya Gubeng - Bandung - Gambir pp.

- KA Malabar sebelumnya Malang - Bandung pp kini menjadi Malang - Bandung - Pasar Senen pp.

Kehadiran KA Baru

- Anjasmoro Ekspres relasi Jombang - Yogyakarta - Pasar Senen pp

- Dharmawangsa Ekspres relasi Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen pp

- Sancaka Utara relasi relasi Surabaya Pasar Turi - Gambringan - Solo Balapan - Kutoarjo pp

- Argo Cheribon relasi Pemalang - Gambir dan Tegal - Pemalang


Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta api.

Penggantian Gapeka ini dilakukan karena sejak 2017 terjadi begitu banyak perkembangan perkeretaapian, seperti pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa dan Sumatera, penambahan lintas baru seperti LRT Sumatera Selatan, penambahan stasiun, penambahan kecepatan prasarana, dan penetapan perjalanan KA baru.

"KAI selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Melalui Gapeka 2019, kami berharap semakin banyak lagi masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api," tutup Edi.

Baca juga: Penjelasan Lengkap 5 Subkelas Kereta di PT KAI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.