Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Restoran Ular Paling Populer di Vietnam, Berani Coba?

Kompas.com - 02/11/2019, 15:02 WIB
Albert Supargo,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

Sumber CNN Travel

JAKARTA, KOMPAS.com - Ular mungkin tidak akan menjadi menu makan siang pilihan mayoritas masyarakat Indonesia. Beda halnya di Vietnam, ular disulap menjadi berbagai makanan lezat yang menguggah selera.

Salah satu restoran yang terkenal dengan masakan ularnya adalah Nguyen Van Duc, sebuah restoran populer di Desa Le Mat, Vietnam.

Desa Le Mat terkenal dengan sajian berbagai jenis ularnya. Bahkan, desa satu ini sampai dijuluki dengan ‘Desa Ular’.

Baca juga: 5 Kuliner Wajib Coba saat Wisata ke Hanoi, Vietnam

Dikutip dari CNN Travel, Manajer Van Duc, Nguyen Hoang Long menyatakan, bahwa desa itu telah menangkap dan membiakkan ular selama sekitar 200 tahun. Ia juga sempat menjelaskan sejarah ular dalam masakan Vietnam dimulai dari darah.

“Pada zaman kuno, penduduk desa menggunakan darah ular untuk menyembuhkan sakit kepala," kata Long kepada CNN Travel.

Ia menambahkan bahwa empedu ular juga dapat menyembuhkan penyakit tenggorokan dan "masalah tulang."

Namun, Long menyatakan bahwa memakan ular terlalu banyak juga tidak baik. Pasalnya, ular dapat meningkatkan adernalin dan membuat jantung berdebar cepat.

Bagi penduduk setempat, ular sudah dikenal sebagai bagian alami dari makanan mereka. Bagi orang asing, ini mungkin perjalanan akan menjadi kisah yang unik.

Hidangan ular Van Duc mengacu pada budaya dan citarasa Vietnam. Hal ini Long harapkan dapat menggugah keinginan masyrakat untuk menyantap ular.

Pelancong pemberani yang bersiap-siap untuk mencicipi ular untuk pertama kalinya akan dihibur oleh aroma dan rasa basil segar, saus ikan, dan bawang putih.

Namun ini tidak berlaku untuk hati ular segar, hidangan satu gigitan ini disediakan untuk yang rang benar-benar suka petualangan.

Sisa hidangan di Van Duc disajikan dengan gaya keluarga dan jauh lebih lezat. Tidak ada menu tercetak dan staf restoran berbicara bahasa Inggris terbatas sehingga tidak bisa menjelaskan banyak tentang gaya memasak.

Baca juga: Ke Vietnam, Jajal Kereta Gantung di Ba Na Hills yang Memukau

Pengalaman bebas menu di Van Duc berarti pengunjung dapat memilih ular mana yang akan berakhir di meja mereka. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa kamu harus menyaksikan ular bertemu kematiannya tepat waktu.

Namun, banyak orang yang tidak keberatan untuk menyaksikan pawang ahli bermain-main dengan mahluk merayap ini.

Begitu ular itu dibunuh, ia diantar ke dapur yang luas. Di sinilah tempat ia dipotong, diiris dan ditumbuk, tulangnya dihancurkan, dan kulitnya dipotong menjadi potongan untuk digoreng dengan cepat.

 

Salah satu hidangan daging ular di Nguyen Van Duc, Hanoi, VietnamCNNTRAVEL/DIANADIROY Salah satu hidangan daging ular di Nguyen Van Duc, Hanoi, Vietnam

Namun, konsumsi ular bukannya tanpa kontroversi. Kelompok-kelompok kesejahteraan hewan menyebut praktik itu sebagai tidak manusiawi.

Seekor kobra di Van Duc dapat memberi makan sekitar 6-8 orang dengan harga 60 Dollar Amerika, atau sekitar Rp 850.000.

Beberapa contoh menunya adalah lumpia ular. Lumpia akan diisi dengan daging reptil tanah dan disajikan panas setelah menghabiskan satu menit dalam wajan minyak panas.

Ada juga daging ular yang dibungkus dengan daun la lot, sejenis hijau yang tidak pahit maupun hambar.

Baca juga: Mengenal Pho, Makanan Vietnam Kesukaan Jokowi dan Iriana

Long mengatakan salah satu hidangan paling populer adalah tumis daging ular. Beberapa pelanggan Long menyatakan teksturnya dari daging ular sangat mirip dengan daging ayam.

Namun tidak bisa dipungkiri, ular adalah binatang yang berbisa. Tamu-tamu Long, kerap kali mengkhawatirkan hal ini.

"Kami memberi tahu mereka dengan jujur bahwa, sejak awal hingga sekarang, tidak ada kasus reaksi alergi atau keracunan setelah makan ular," kata Long dikutip dari CNN Travel.

Satu hal yang pasti, Nguyen Van Duc akan terus beroperasi dan mengobati rasa keingintauan turis terhadap daging ular.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Travel Update
Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Travel Update
Bali Jadi Destinasi dengan Panorama Sunset Paling Indah di Dunia 2024

Bali Jadi Destinasi dengan Panorama Sunset Paling Indah di Dunia 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 di Dunia, tapi..

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat ke-22 di Dunia, tapi..

Travel Update
5 Fakta Menarik Keberangkatan Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

5 Fakta Menarik Keberangkatan Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

Travel Update
5 Tempat Wisata di Bondowoso, Banyak Wisata Alamnya

5 Tempat Wisata di Bondowoso, Banyak Wisata Alamnya

Jalan Jalan
4 Wisata Religi di Sidoarjo Jawa Timur, Ada Masjid sejak 1859

4 Wisata Religi di Sidoarjo Jawa Timur, Ada Masjid sejak 1859

Jalan Jalan
5 Kolam Renang di Bekasi Jawa Barat untuk Libur Sekolah Anak

5 Kolam Renang di Bekasi Jawa Barat untuk Libur Sekolah Anak

Jalan Jalan
5 Wisata di Banyumas, Ada Hutan Pinus dan Kebun Raya

5 Wisata di Banyumas, Ada Hutan Pinus dan Kebun Raya

Jalan Jalan
5 Wisata di Bedugul Bali untuk Isi Waktu Libur Anak, Ada Apa Saja?

5 Wisata di Bedugul Bali untuk Isi Waktu Libur Anak, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
10 Museum di Bandung untuk Anak, Belajar Sambil Bermain

10 Museum di Bandung untuk Anak, Belajar Sambil Bermain

Jalan Jalan
Pengalaman Menginap di Vila di Ubud Bali, Lokasinya di Tengah Sawah

Pengalaman Menginap di Vila di Ubud Bali, Lokasinya di Tengah Sawah

Hotel Story
Pelita Air Terbang dari Balikpapan ke Yogyakarta PP, Tarif Rp 1 Jutaan

Pelita Air Terbang dari Balikpapan ke Yogyakarta PP, Tarif Rp 1 Jutaan

Travel Update
Pendakian Puncak Sarah Klopo di Mojokerto via Kedungudi, Ini Estimasi Waktunya

Pendakian Puncak Sarah Klopo di Mojokerto via Kedungudi, Ini Estimasi Waktunya

Jalan Jalan
Bandara Soekarno-Hatta Jadi yang Paling Sibuk di Indonesia Saat Libur Idul Adha

Bandara Soekarno-Hatta Jadi yang Paling Sibuk di Indonesia Saat Libur Idul Adha

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com