Gultik Masuk Hotel, Seperti Ini Rasanya

Kompas.com - 02/11/2019, 16:01 WIB
Gulai Tikungan yang biasanya berada di pinggiran jalan area Blok M kini naik kelas dan masuk di daftar menu sTREATs Restaurant di  Ibis Styles Jakarta Tanah Abang. Kompas.com / Gabriella WijayaGulai Tikungan yang biasanya berada di pinggiran jalan area Blok M kini naik kelas dan masuk di daftar menu sTREATs Restaurant di Ibis Styles Jakarta Tanah Abang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Ibis Styles Jakarta Tanah Abang memboyong makanan Gultik atau Gulai Tikungan khas Blok M masuk ke hotel.

Jadi, makanan khas Blok M Jakarta Selatan ini pun dapat dinikmati oleh tamu. Warga di utara Jakarta bisa menikmati Gulai Tikungan tanpa perlu jauh-jauh ke Blok M.

Gulai Tikungan biasanya berada di pinggiran jalan area Blok M. Gultik kini naik kelas dan masuk di daftar menu sTREATs Restaurant di Ibis Styles Jakarta Tanah Abang.

Baca juga: Masih Punya Stok Daging Kurban? Coba 4 Resep Gulai Kambing Ini!

Ibis Styles Jakarta Tanah Abang sendiri mengusung tema pasar kain yang identik dengan kawasan Tanah Abang sebagai ikon yang ingin ditonjolkan dalam hotel. Tak heran jika makanan khas Jakarta ini ikut dihidangkan ke para pengunjung.

Untuk tampilannya, Gultik dari sTREATs Restaurant di Ibis Styles Jakarta Tanah Abang cukup berbeda dengan Gultik yang ada di daerah Blok M.

Dalam Gultik di sTREATs Restaurant terdiri dari nasi putih , kuah, tomat, irisan daun prei, remahan krupuk yang dihancurkan, daging, kikil, serta bawang goreng. Lengkap dengan sate ampela dan krupuk.

Baca juga: Kenapa Jodohnya Sate adalah Gulai dan Tongseng?

Hal tersebut sangat berbeda dari gultik yang berada di tikungan Blok M, yang hanya berisikan irisan daging, kuah santan, nasi dengan porsi sedikit dan krupuk.

Jeruk nipis menambah cita rasa gultik sTREATs Restaurant. Soal rasa berbeda dengan Gultik yang biasanya, karena ditambah dengan irisan jeruk nipis dan potongan tomat rasanya lebih segar.

Sate ati ampela yang menjadi pelengkap, dibuat dengan dicelupkan terlebih dahulu ke kocokan telur lalu digoreng.

Kuah gultik tidak terlalu banyak dan tidak merendam nasi secara keseluruhan. Rasa kuat daun bawang keluar saat penikmatnya mengigit daun bawang yang telah diiris.

Daging sapi yang diberikan tidak pelit dan rasa khas dari sapi tidak hilang namun juga tidak amis. Daging sapi dan kikil diolah dengan sangat baik sehingga teksturnya sangat empuk dan tak alot.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X