Kompas.com - 04/11/2019, 18:00 WIB

Rencananya, tarian ini akan terus dikembangkan di Kampung Tugu. Guido berharap dengan adanya pengembangan ini, Tari Noni Tugu juga dapat diakui Indonesia bahkan dunia.

Sekadar informasi, Tari Noni Tugu ini tak hanya dimainkan oleh anak-anak melainkan sampai anak usia remaja.

Anak remaja menari dengan diiringi musik-musik Portugis. Menikmati tarian ini, penonton seperti diajak merasakan suasana Portugis zaman dulu.

Baca juga: 5 Kuliner Khas Kampung Tugu yang Hanya Bisa Ditemukan Saat Hari Besar

“Ya ini keturunan Portugis yang punya komunitas itu ya cuman Kampung Tugu, yang kita lahir, berkembang sampai ratusan tahun. Kalau di lain tempat ada juga di Nusa Tenggara Timur, Aceh, Ambon, mereka punya keturunan Portugis tetapi mereka tidak punya komunitas,” katanya.

Guido berkaca pada orang Portugis di Malaka, mereka memiliki tulisan yang terpampang jelas nama Kampung Portugis Malaka.

Hal ini yang diharapkan Guido mewakili masyarakat Kampung Tugu. Ia berharap nantinya akan terpampang jelas tulisan Kampung Portugis Tugu di sini.

“Ini sebagai penunjuk identitas bahwa kami keturunan Portugis. Di sini akan saya buat penyebutannya lagi saya udah pernah ngomong ke dinas bahwa Kampung Tugu jangan cuma Kampung Tugu saja dikasih nama, tetapi tulis Kampung Portugis Tugu, itu yang kami ingini,” jelasnya.

Harapan-harapan itu sebenarnya tidak lepas dari resminya Gereja Tugu menjadi cagar budaya DKI Jakarta.

Menurut Guido, terdapat tiga budaya lagi di Kampung Tugu yang termasuk Warisan Budaya Tak Benda. Adapun tiga budaya itu di antaranya, Keroncong Tugu tahun 2016, Rabo-rabo, dan Mandi-mandi masuk menjadi tambahan pada 15 Agustus 2019.

Selain itu Keroncong Tugu juga mendapatkan anugerah budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada saat kepemimpinan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Baca juga: Mengenal Keroncong Tugu, Musik Portugis-Betawi yang Membius Batavia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.