Bikin 5 Destinasi Super Prioritas Kebanggaan Baru Indonesia, Ini Rencana Wishnutama

Kompas.com - 08/11/2019, 10:11 WIB
Salah satu pantai di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dok. Kementerian PariwisataSalah satu pantai di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.


JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menargetkan pada tahun 2020, 5 destinasi wisata super prioritas akan menjadi kebanggaan baru bangsa Indonesia.

Adapun 5 destinasi wisata super prioritas tersebut di antaranya Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

"Pak Presiden sudah menentukan akan ada 10 Bali Baru, dan 5 yang jadi super prioritas, Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo ini jadi target kami di 2020 menjadi kebanggan baru bagi bangsa Indonesia selain Bali," kata Wishnutama saat acara jumpa media di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Wishnutama Lirik Potensi Industri MICE untuk Pariwisata

Pihaknya berharap lima super prioritas ini bisa menjadi daya tarik dan memberikan kehidupan yang lebih baik buat masyarakat di sekitarnya.

Nantinya, lanjut Wishnutama, ekonomi kreatif bukan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak muda di kota besar, namun juga di kota kecil.

"Sehingga mereka bisa betul-betul merasakan manfaat daripada ekonomi kreatif," katanya.

Selanjutnya, untuk mewujudkan pengembangan lima destinasi super prioritas tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi ke berbagai kementerian dan sektor.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. Dok. Puskomblik Kemenpar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.
Setelah dilantik menjadi Menparekraf pada 23 Oktober 2019, Wishnutama beserta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo telah melakukan beberapa langkah di antaranya berkoordinasi dengan Kapolri, Kepala BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Menteri BUMN, Kepala BKPM, dan Kemendikbud.

“Kami berbicara dengan Pak Kapolri untuk mendapatkan dukungan dan support bagaimana keamanan dan keselamatan di daerah-daerah yang menjadi target pariwisata. Pak Kapolri telah menyampaikan kami akan dukung tanpa payung cadangan. Begitu juga BNPB, karena sering ada bencana, bagaimana menghadapi itu semua,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya telah berbicara dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan bagaimana keduanya dapat membantu berkoordinasi menyelesaikan infrastruktur-infrastruktur yang direncanakan.

Terkait peningkatan daya tarik dan tujuan wisata yang akan dituju, Wishnutama menyebut bahwa target tersebut dapat terwujud jika semua sektor kerja bersama. Ia berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk mengembangkan destinasi wisata terutama lima destinasi super prioritas.

“Saya juga sudah bicara dengan Menteri BUMN, Kepala BKPM, investasi bagaimana meningkatkan daya tarik dan tujuan wisata yang akan dituju. Sehingga ini betul-betul kerja bareng, bukan hanya tanggung jawab kemenparekraf, sampai saya juga bicara dengan Menteri Luar Negeri terkait duta besar yang dapat promosikan Indonesia,” tambahnya.

Wishnutama menuturkan pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kemendikbud terkait cara meningkatkan kemampuan hospitality.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa sekolah terutama tingkat menengah yang sudah mengajarkan hospitality di sekolahnya. Ia berharap agar sekolah-sekolah menengah menjadikan memasukkan unsur hospitality dalam kurikulum.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA

Wishnutama mengakui Kemenparekraf sifatnya lebih pada mengkoordinir atau mendukung event-event pariwisata yang sudah ada. Namun, ke depannya Kemenparekraf akan memperhatikan fungsi bahkan membuat event menjadi jauh lebih menarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Ini penting, jadi kita bisa lihat bagaimana pariwisata dan ekonomi kreatif akan saling menunjang dan memanfaatkan, kita memang melihat ini sebagai potensi luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, dalam waktu dekat, Wishnutama dan Angela dalam waktu dekat akan berkeliling ke lima destinasi super prioritas untuk memastikan apa yang dibutuhkan setiap destinasi dan juga tantangannya.

10 Bali Baru

Sebagai gambaran, ’10 Bali Baru’ merujuk pada Destinasi Pariwisata Prioritas atau kerap disebut 10 Bali Baru.

Baca juga: Apa Itu 10 Destinasi Wisata Prioritas? Tugas Lama untuk Wishnutama

Penetapan 10 destinasi prioritas ini merupakan amanat Presiden melalui surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Pariwisata dan Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 4 Januari 2016.

Program 10 Bali Baru merupakan program pemerintah untuk mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas untuk mendongkrak pemerataan pariwisata Indonesia. Pengembangan 10 Bali Baru juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja di 10 destinasi wisata prioritas.

Kebijakan tentang 10 destinasi wisata prioritas berkembang pada November 2017. Pemerintah sepakat untuk berfokus kepada percepatan pengembangan empat destinasi dari 10 destinasi wisata prioritas.

Keempat destinasi tersebut adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Oleh karena lebih difokuskan dari enam destinasi lain, maka destinasi ini disebut 4 destinasi super prioritas.

Pada Juli 2019, satu destinasi yakni Likupang, Sulawesi Utara ditambah dalam daftar destinasi super prioritas. Jadi saat ini disebut " 5 Destinasi Super Prioritas".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X