Bagaimana Nasib Ekonomi Kreatif Ketika Bergabung dengan Pariwisata?

Kompas.com - 09/11/2019, 22:06 WIB
Widodo S Jusuf

“Investasi juga perlu, ini juga justru menjadi momentum meningkatkan kualitas ekonomi kreatif Indonesia jadi yang terbaik di Asia Tenggara,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wishnu mengatakan tiga harapan atau mimpi dari Kemenparekraf, di antaranya menjadi membuat pariwisata jadi penghasil devisa nomor 1 di Indonesia, produk ekonomi kreatif bisa jadi yang terbaik di Asia Tenggara bahkan dunia, terakhir pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi sumber daya yang sustainable.

Menurut Wishnutama, parekraf merupakan sebuah core bangsa untuk mendapatkan banyak devisa maupun masa depan bangsa yang luar biasa.

Ia mengambil contoh Kota Ambon yang baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai salah satu kota musik dunia oleh UNESCO.

“Nah, dengan dijadikannya Ambon jadi kota musik dunia, di sini kita bisa melihat sebuah contoh bahwa Kota Ambon, kita bisa bantu membangun infrastruktur. Hal ini untuk mendatangkan pariwisata, apapun bentuk kreatif ekonomi kalau tidak ada pasarnya itu akan berat. Jadi kita juga akan adakan konser atau festival konser, ini bentuk ekonomi kreatifnya,” jelas Wishnu.

KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA

Wishnu mengatakan dengan adanya festival konser dan sebagainya justru akan mendatangkan daya tarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Lanjutnya, dengan adanya festival konser itu akan mendatangkan daya tarik
Kemenparekraf juga akan memperjuangkan masalah Hak Kekayaan Intelektual ( HAKI). Menurut Wishnu, masalah HAKI berhubungan dengan sertifikasi.

Ia menyebut sertifikasi tersebut akan menjadi jaminan seperti untuk memulai usaha dan lain sebagainya.

“Jadi para insan kreatif, pada saat memiliki sertifikat tersebut itu bisa dijadikan jaminan untuk mereka memulai usaha dan lain sebagainya. Dan ini sudah kami bicarakan dengan beberapa bank yang bersedia membantu pilot proyeknya dulu, sehingga sertifikat HAKI ini bisa memiliki manfaat yang banyak,” jelasnya.

Kemenparekraf, tambahnya, juga akan melanjutkan distrik kreatif. Distrik Kreatif ini sudah direncanakan Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif pada Era Presiden Jokowi periode pertama).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X