Penggemar Laskar Pelangi, Jangan Lewatkan Museum Kata Saat ke Belitung

Kompas.com - 12/11/2019, 20:30 WIB
Kondisi ruang tengah Museum Kata, Desa Lenggang, Gantung, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari aneka novel Laskar Pelangi, cerpen, hingga foto-foto dari film Laskar Pelangi. KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIANKondisi ruang tengah Museum Kata, Desa Lenggang, Gantung, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari aneka novel Laskar Pelangi, cerpen, hingga foto-foto dari film Laskar Pelangi.

JAKARTA, KOMPAS.COM - Di halaman belakang rumah warna warni itu, tersender sebuah sepeda forever tua. Mengingatkan pada salah satu adegan dalam buku Edensor karya penulis Andrea Hirata.

Kenangan tentang masa kecilnya sedang dibonceng oleh sang ayah, menaiki sepeda, lalu diajak membeli tebu yang ditusuk batang lidi.

Museum Kata adalah nama bangunan penuh warna yang ada di sebuah kecamatan bernama Gantong, Belitung. Museum ini merupakan museum sastra pertama di Indonesia yang dibangun oleh seorang penulis ternama Andrea Hirata.

Rumah yang juga merupakan rumah masa kecil Andrea Hira ini sangat mudah ditemukan. Lokasinya tepat di pinggir jalan utama Kecamatan Gantong, tak jauh dari letak Replika Sekolah Laskar Pelangi.

Baca juga: 5 Spot Foto yang Wajib Dikunjungi di Bukit Peramun, Belitung

Sepeda forever yang ada di dinding bagian belakang museum, menyerupai sepeda yang ada di novel Edensor Sepeda forever yang ada di dinding bagian belakang museum, menyerupai sepeda yang ada di novel Edensor

Pagar Museum Kata ini merupakan pagar batuan yang memberikan kesan tradisioanl yang sangat kental. Masuk ke dalam rumah, terdapat banyak sekali koleksi pribadi Andrea Hirata yang bisa pengunjung nikmati, khususnya di bidang literatur.

Pengunjung bisa menemukan beragam literatur mulai dari literatur anak, literatur film, literatur seni, dan literatur musik yang hampir semuanya merupakan koleksi pribadi Andrea Hirata.

Di ruang pertama, pengunjung langsung disambut dengan banyak kutipan yang ditulis di dinding. Juga ada banyak foto yang menunjukkan banyak adegan di film Laskar Pelangi yang legendaris.

Baca juga: Tradisi Makan Bedulang, Simbol Kehangatan Keluarga di Belitung...

Tak hanya itu saja, di ruang yang dinamai ruang Laskar Pelangi ini terdapat juga jejeran buku Laskar Pelangi yang dirilis dalam berbagai edisi dan bahasa.

Membuat pengunjung yang juga pembaca dan penggemar berat seri tetralogi Laskar Pelangi merasa sangat sentimental.

“Ke sini karena baca Laskar Pelangi, sekalian liburan sama teman kuliah. Bagus sih museumnya, seru karena bisa foto-foto estetik di sini. Tiketnya lumayan mahal, tetapi dapat bukunya jadi worth it,” ujar Muhammad, salah satu pengunjung Museum Kata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X