Wisata Baru di Candi Borobudur

Kompas.com - 14/11/2019, 08:50 WIB
Ilustrasi senja di Candi Borobudur. ShutterstockIlustrasi senja di Candi Borobudur.

MAGELANG, KOMPAS.com - Nama Candi Borobudur sudah sohor di dunia, salah satunya dari sisi keindahan bangunan.

Namun, aspek itu saja dianggap tak cukup untuk menarik minat orang untuk datang ke candi yang didirikan pada abad ke-8 ini.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) mengajak Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk menampilkan paket wisata baru di Candi Borobudur.

Baca juga: Tips Memotret Candi Borobudur dari Jarak 5.000 Meter

Menurut Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Seni, Tradisi, dan Budaya Kemenparekraf, Revalino Tobing, potensi wisata Candi Borobudur sangat besar.

"Candi ini luar biasa. Kalau orang hanya tau tentang Bali, lho Borobudur juga ada. Ini juga terkenal," katanya di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Ia menambahkan, Candi Borobudur kian menarik jika ada rancangan berupa story telling dan interpretatif tour, sehingga wisatawan tidak hanya satu kali berkunjung karena alasan bosan.

Baca juga: Puncak Suroloyo, Tempat Melihat Megahnya Candi Borobudur

Sebab, berbeda dengan destinasi wisata lainnya, Candi Borobudur tidak mengalami perubahan bentuk, mengingat statusnya sebagai warisan budaya dunia.

Menurutnya, yang perlu dirubah agar menjaga wisatawan untuk datang terus ke Borobudur adalah dengan menambahkan cerita legenda di sana.

"Tema cerita harus menarik, sehingga orang datang dan datang lagi, tidak monoton. Segi apa yang kira-kira mereka ingi tahu dan lihat, ini kita sampaikan," tambah Revalino.

Kehilangan nilai

Kapal Borobudur adalah kapal layar kayu bercadik ganda yang digambarkan dalam beberapa relief Candi Borobudur.KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Kapal Borobudur adalah kapal layar kayu bercadik ganda yang digambarkan dalam beberapa relief Candi Borobudur.
Tim UGM Sidiq Wicaksono menceritakan awal mula ketertarikan membuat story telling dan interpretatif tour Candi Borobudur karena wisata candi selama ini seolah-olah kehilangan nilai.

"Borobudur ini kehilangan value. Mereka cuman tahu Borobudur itu warisan dunia. Hanya menampilkan tempat ibadah orang Budha, padahal lebih dari itu," kata Sidiq.

"Tema besar penelitian ini adalah Mandala wohing padhang ing jagad atau cahaya yang menerangi alam semesta, karena kita melihat Borobudur ini lengkap," lanjutnya.

Baca juga: Menikmati Matahari Terbit dengan Latar Candi Borobudur Berkabut, Indahnya...

Riset yang ia buat bersama timnya akan dijadikan bahan kajian Balai Konservasi Candi Borobudur pada tahun 2020.

Dari riset awal, Tim UGM telah menemukan delapan cerita menarik yang ada di relief Candi Borobudur, dua di antaranya mengenai Ratu Kinari dan kelahiran Budha dalam bentuk hewan kelinci.

"Ada flora fauna, teknologi, perbintangan, lengkap. Banyak ilmu pengetahuan di sana, sehingga Borobudur jadi punya kita semua," ujar Sidiq.

Angin segar

Candi Borobudur nantinya akan memiliki paket wisata baru yang lebih menarik, Rabu (13/11/2019).Nicholas Ryan Aditya Candi Borobudur nantinya akan memiliki paket wisata baru yang lebih menarik, Rabu (13/11/2019).
Adanya paket wisata baru yang akan diselesaikan ini diharapkan menjadi angin segar bagi destinasi wisata Candi Borobudur, terutama bagi pemandu wisata hingga warga sekitar.

Tim berusaha mengenalkan desa sekitar Borobudur, seperti balai ekonomi desa hingga kerajinan gerabah masyarakat setempat.

Paket wisata ini diklaim berbeda dengan yang telah ada.

Baca juga: Punthuk Mongkrong, Spot “Sunrise” Menawan dekat Candi Borobudur

"Tipe turnya bukan kayak tur biasa, tapi implementatif tur. Diharapkan dengan adanya riset ini tahun depan kita bisa melakukan kunjungan teknis," kata Sidiq.

"Jadi, mereka (pemandu wisata atau tour operation) bisa menyampaikan ke masyarakat, apa saja lokasi-lokasi itu dengan sendirinya," lanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

Imbas Virus Corona, Singapura Perkirakan Penurunan 20 Ribu Wisatawan di Entry Point

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X