Kisah Cinta yang Tak Terekspos di Relief Candi Borobudur

Kompas.com - 15/11/2019, 10:00 WIB
Louie Buana, salah satu tim ahli penyusun narasi legenda Borobudur UGM di Candi Borobudur menceritakan kisah relief di salah satu bagian Candi Borobudur. Kompas.com/ Nicholas Ryan AdityaLouie Buana, salah satu tim ahli penyusun narasi legenda Borobudur UGM di Candi Borobudur menceritakan kisah relief di salah satu bagian Candi Borobudur.

MAGELANG, KOMPAS.com - Candi Borobudur menyimpan ratusan relief yang memiliki jalan ceritanya masing-masing.

Banyaknya cerita dari relief Candi Borobudur membuat sebagian besar wisatawan yang datang tidak mengetahui jalan cerita tersebut.

Mahasiswa UGM dari tim riset paket wisata baru di candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, mengungkap cerita di relief Candi Borobudur menarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

"Cerita yang akan kami bawakan di paket wisata ini adalah bercerita tentang kisah cinta Ratu Kinari dan Sasa Jataka atau perwujudan Budha sebagai kelinci," kata Louie Buana, salah satu tim ahli penyusun narasi legenda Borobudur UGM di Candi Borobudur, dalam Famtrip Jurnalis dari Tim Percepatan Kemenparekraf dengan UGM, Rabu (13/11/2019).

Kisah cinta Ratu Kinari dengan Pangeran Sudhana terdapat di galeri I Candi Borobudur. Kata Louie, kisah ini masih belum banyak diketahui wisatawan.

Baca juga: Wisata Baru di Candi Borobudur

Kisah cinta Ratu Kinari dan Pangeran Sudhana diawali ketika Ratu Kinari sedang mandi bersama saudarinya di sebuah sungai, lalu dijebak oleh seorang pemburu sehingga ia kehilangan kemampuan untuk terbang.

Lanjutnya, Ratu Kinari ini ternyata adalah reinkarnasi dari Putri Yasodara, tak lain istri dari Budha di kelahiran selanjutnya. Kemudian Ratu Kinari diselamatkan oleh seorang pangeran bernama Sudhana.

"Pangeran Sudhana ini nanti akan menjadi Sidharta Gautama. Jadi ini sebenarnya kisah cinta Sang Budha yang waktu itu menyebar luas agama Budha di Asia, sehingga kemudian variasi ceritanya banyak ditemukan di seluruh Asia. Jadi di Borobudur ini asal mulanya," ujar Louie.

Tambah Louie, kisah cinta ini semakin istimewa di Candi Borobudur. Lantaran memiliki visual terkait cerita dari Ratu Kinari dan Pangeran Sudhana.

"Kalau di Indonesia itu cerita ini mirip dengan Jaka Tarub Nawang Wulan, Jawa Timur itu Aryo Menak Tunjung Wulan,  di Bali ada Raja Pale dan Ken Sulasih, Sulawesi ada Wey Bungko dan Lamasora, di Aceh juga ada bahkan sampai Korea, tapi kita temukan jawabannya di Candi Borobudur," urainya.

Wisatawan dapat melihat relief kisah cinta Ratu Kinari dan Pangeran Sudhana di Galeri I belok kiri.

Cerita relief Candi Borobudur untuk pengunjung anak-anak

Salah satu relief di Candi Borobudur. Kompas.com/ Nicholas Ryan Aditya Salah satu relief di Candi Borobudur.

Cerita kedua yang masih belum banyak diketahui wisatawan adalah cerita Sasa Jataka. Cerita ini mengisahkan tentang kelahiran Budha dalam wujud hewan kelinci. Kisah ini ditujukan untuk wisatawan anak-anak.

"Sasa Jataka itu memang kita susun kita peruntukkan untuk anak kecil, karena pertama ceritanya cerita fabel, jadi lebih bisa terhubung. Kedua, kita juga menekankan bahwa dulu di Indonesia ada kelinci yang seperti ini namun sekarang sudah punah. Jadi untuk generasi muda ini tanggung jawab besar untuk menjaga kebudayaan dan alam," katanya.

Baca juga: Puncak Suroloyo, Tempat Melihat Megahnya Candi Borobudur

Kisah Sasa Jataka diawali dengan kelahiran Budha yang berwujud kelinci bernama Sasa. Karena pengorbanannya yang rela dijadikan santapan mereka yang kelaparan, maka Sasa akhirnya mendapat kesempurnaan.

Kemudian, kelinci Sasa di seluruh dunia menjadi terkenal akan perwujudannya menyerupai bulan. Cerita ini juga dipakai di seluruh dunia, seperti Jepang, Amerika.

Banyak cerita relief yang belum terkespos di Candi Borobudur

Salah satu relief di Candi Borobudur. Kompas.com/ Nicholas Ryan Aditya Salah satu relief di Candi Borobudur.

Urai Louie, saat ini tur di Borobudur masih terpaku akan cerita sejarah ketika candi dibangun, stupa dan lain sebagainya.

Jarang wisatawan yang diceritakan tentang relief yang mewakili seluruh relief di candi Budha terbesar di dunia ini.

"Kami berusaha melakukan atau mengangkat narasi-narasi lain yang sebenarnya layak untuk diangkat. Selain dua tadi itu ada juga cerita relief tentang pijat, sesuatu yg sifatnya sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu dan tetap ada korelasinya hingga kini," ujarnya.

Tim ahli UGM nantinya tidak menjadi pelaksana tur di lapangan, namun bertugas membuat buku materi kepada pemandu wisata yang ada di Candi Borobudur.

Baca juga: Cara Anak-anak Muda Rayakan Hari Warisan Dunia di Candi Borobudur

"Buku mengenai legenda Borobudur berupa penjelasan sejarahnya, titik-titik yang harus dilalui mana saja dan alat bantunya, nah nanti buku itu kita berikan pada Tour Operation yang ada di Joglosemar ini sehingga dapat jadi referensi mereka dalam menjalankan tur," tambahnya.

Namun diakui Louie, bukan hanya itu yang jadi tujuan utama. Timnya menginginkan paket wisata ini dapat semakin memperkaya produk pariwisata yang ada di Candi Borobudur.

"Ini dilakukan supaya kalau ke Candi Borobudur ceritanya gak itu-itu saja, harapannya dengan ini kita bisa berikan nilai tambah. Jadi kalau wisatawan datang, dengan naik ke galeri I saja sudah mewakili seluruh relief, ini untuk memecah waktu pengunjung agar tidak terlalu lama di candi," ujarnya.

Maka dari itu, menurut Louie, setelah mengetahui relief ini, wisatawan diarahkan untuk menuju Balai Ekonomi Desa yang ada di sekitar Candi Borobudur.

"Ini juga untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar Candi Borobudur, kan selama ini wisatawan ketika sudah ke candi lalu mereka kembali ke Yogyakarta untuk pulang," kata dia.

Baca juga: Jangan Ditiru! Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Candi Borobudur

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X