Traveling ke Semarang dengan Pesawat dan Bus, Mana Lebih Nyaman?

Kompas.com - 16/11/2019, 11:00 WIB
Bus Mercedes Benz OC 500 RF 2542 yang menjadi kendaraan untuk roadtrip Ungaran-Jakarta melalui tol trans Jawa Bus Mercedes Benz OC 500 RF 2542 yang menjadi kendaraan untuk roadtrip Ungaran-Jakarta melalui tol trans Jawa

SEMARANG, KOMPAS.COM – Saat melakukan perjalanan jauh, pejalan biasanya memiliki pertimbangan dalam memilih moda transportasi. Faktor kenyamanan biasanya jadi pertimbangan penting,

Dalam kunjungan media ke pabrik bus milik Laksana Karoseri di Ungaran, Kabupaten Semarang pada Kamis (14/11/2019), Kompas.com berkesempatan menjajal dua moda transportasi berbeda dalam perjalanan pergi dan pulang yaitu pesawat dan bus.

Pengalaman ini dapat menjadi pembanding, moda transportasi apa yang lebih nyaman ketika harus melakukan perjalanan jarak jauh Jakarta-Semarang. 

Baca juga: 12 Rekomendasi Kuliner Semarang dari Warga Lokal

Perjalanan Jakarta-Semarang dimulai dengan pesawat

Kompas.com berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ke Bandara Ahmad Yani, Semarang menggunakan pesawat. Durasi perjalanan pesawat dari Jakarta ke Semarang memakan waktu sekitar 50 menit

Dengan perjalanan singkat seperti itu, tentu saja memberikan keuntungan tersendiri. Perjalanan terasa nyaman karena tak terlalu lama terjebak duduk di kursi penumpang.

Jadi, walaupun harus duduk di kursi ekonomi, tidak terasa melelahkan karena durasi perjalanan yang singkat.

Selain itu, dengan adanya terminal baru Bandara Ahmad Yani yang telah beroperasi sejak Juni 2018 lalu benar-benar membuat proses kedatangan jadi lebih nyaman.

Terminal baru ini punya bangunan bergaya modern dengan aksen Jawa. Membuat kesan yang menarik bagi para penumpang yang baru mendarat.

Baca juga: Mudik via Tol Trans Jawa, Yuk Mampir ke 5 Wisata di Kabupaten Semarang

Namun, perjalanan dengan pesawat juga memiliki beberapa kerugian. Pertama, lokasi bandara Soekarno-Hatta yang cukup jauh untuk dijangkau, apalagi saat berangkat di rush hour atau jam pergi dan pulang orang kantoran.

Penumpang perlu menyisihkan waktu sekitar dua jam sebelum keberangkatan untuk melakukan proses check in dan masuk bagasi. Belum lagi menyisihkan waktu untuk jalanan Jakarta yang macet. 

Hal yang sama berlaku untuk Bandara Ahmad Yani di Semarang. Dari Ungaran jarak Bandara Ahmad Yani lumayan jauh sekitar 25 kilometer, membuat mobilisasi dari bandara ke tempat tujuan menjadi agak jauh dan melelahkan.

Tak hanya itu saja, harga tiket pesawat pun kondisinya fluktuatif.  Harga tiket domestik saat ini masih cukup mahal.

Beberapa alasan itu yang kemudian membuat moda transportasi jalur darat lain menjadi pilihan, salah satunya adalah bus.

Perjalanan pulang Ungaran-Jakarta dengan bus

Kondisi interior di dalam bus yang sudah sedikit dimodifikasi. Tampak kursi di bagian depan adalah kursi yang akan dipakai ketika bus sudah beroperasi reguler Kondisi interior di dalam bus yang sudah sedikit dimodifikasi. Tampak kursi di bagian depan adalah kursi yang akan dipakai ketika bus sudah beroperasi reguler

Kompas.com menjajal roadtrip dari Ungaran ke Jakarta menggunakan bus eksekutif premium milik produksi Laksana Karoseri yang dimiliki PO SAN. 

Sensasi perjalanan jarak jauh menggunakan bus ini ternyata cukup menyenangkan dan nyaman. Pasalnya, bus yang Kompas.com tumpangi merupakan bus eksekutif premium dengan kursi empuk yang bisa mengakomodasi kenyamanan penumpang.

Kondisi bus yang prima membuat perjalanan terasa nyaman, ditambah lagi rute Tol Trans Jawa dengan jalur yang lengang, membuat bus bisa melaju dengan cepat. Alhasil, durasi tempuh pun menjadi sangat cepat.

Kompas.com memerlukan waktu sekitar 8,5 jam saja untuk menempuh Ungaran-Jakarta. Itu pun sudah termasuk waktu istirahat selama dua jam.

Baca juga: 4 Aktivitas untuk Menikmati Malam di Semarang

Tak hanya itu saja, perjalanan dengan bus juga terasa lebih mudah karena posisi bus yang lebih mudah dijangkau dari mana pun. Penumpang bisa naik bus tak hanya dari terminal saja, tapi juga dari pool bus yang tersebar di banyak tempat.

Membuat durasi tempuh dari tempat naik dan turun bus ke tempat tujuan jadi lebih singkat dan mudah.

Namun, beberapa kerugian yang Kompas.com sempat rasakan saat roadtrip Ungaran-Jakarta kemarin adalah rasa lelah yang mendera. Perjalanan di Tol Trans Jawa mungkin tak terasa melelahkan.

Tapi setelah bus memasuki kawasan tol Cikampek-Jakarta dengan kemacetan rutinnya, rasa bosan dan lelah mulai muncul. Sensasi itu yang jadi hal paling tak mengenakan dari perjalanan bus Ungaran-Jakarta.

Soal harga tiket bus, cenderng tidak sefluktuatif harga pesawat. Biasanya harga tiket bus mengalami kenaikan drastis saat musim mudik Lebaran. 

Intinya, setiap moda transportasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua bergantung pada preferensi pengguna jasa. Moda transportasi mana yang jadi favorit, bus atau pesawat?

Baca juga: Ondo Langit, Wisata Desa Yang Ngehits di Semarang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X