Wisata Kebugaran dan Wisata Kesehatan, Apa Bedanya?

Kompas.com - 20/11/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi yoga petrenkodIlustrasi yoga

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa wisata kebugaran dan wisata kesehatan memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya juga akan ditempatkan secara berbeda.

Hal ini dikatakannya dalam acara peluncuran katalog wisata kesehatan dan skenario perjalanan wisata kebugaran di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Selasa (19/11/2019).

"Jelas lain, bugar itu bisa bikin sehat, sehat tidak bisa bugar bagaimana? Jadi pasti berbeda," kata Terawan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Terawan lalu menjelaskan perbedaan antara wisata kebugaran dan wisata kesehatan terletak pada jenis wisata dan prosesnya.

Baca juga: Wisata Jamu dan Kebugaran Jadi Prioritas Wisata Kesehatan

" Wisata Kebugaran adalah bagaimana wisatawan bisa menikmati suasana nyaman dan bugar karena itu arahnya bisa ke arah spa, wellness, center, dan sebagainya, sedangkan wisata kesehatan itu dibagi dua, yaitu medical tourism dan medical traveling," ujarnya.

Untuk medical traveling, Terawan mengatakan akan berkutat pada penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan di dekat tempat wisata. Hal ini dilakukan agar jika ada wisatawan yang sakit dapat langsung ditangani di tempat.

Sementara itu untuk medical tourism, lanjut Terawan, berbicara tentang wisatawan datang ke Indonesia murni untuk berobat.

"Di tengah berobatnya, dia bawa keluarganya untuk jalan-jalan dan menikmati perjalanan, tapi tujuan utamanya adalah berobat. Entah chek up, atau apapun itu namanya medical tourism," tambahnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan Kementerian Kesehatan siap mendukung Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan pariwisata Indonesia melalui wisata kesehatan.Nicholas Ryan Aditya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan Kementerian Kesehatan siap mendukung Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dalam memajukan pariwisata Indonesia melalui wisata kesehatan.

Dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap pariwisata Indonesia semakin ditonjolkan dengan adanya wisata kesehatan.

Menurut Terawan, ini murni dari Kemenkes dalam upaya mendukung pariwisata. Inisiatif ini bertujuan agar wisatawan yang hendak berlibur ke Indonesia percaya bahwa fasilitas kesehatan di negara ini sudah mumpuni.

"Jadi kalau ada apa-apa, ada yang menjaganya, itu yang sangat penting," katanya.

Baca juga: Private Spa Frangipani Bali yang Mendunia di Belgia

Selain itu, Terawan juga menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepakat untuk memprioritaskan pengembangan wisata kebugaran dan jamu, karena dinilai memiliki prospek kesehatan, budaya dan ekonomi yang tinggi.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan itu, Kemenkes telah membentuk Tim Gugus Tugas Pelaksanaan Pengembangan Wisata Kesehatan yang beranggotakan lintas program, lintas kementerian/lembaga, pelaku bisnis, akademisi, media, masyarakat dan stakeholders non pemerintah lainnya.

Termasuk pula pelayanan kesehatan swasta dan produsen jamu serta pengobatan tradisional yang telah memiliki kesiapan untuk melaksanakan wisata kesehatan

Baca juga: Wisata Tematik Jamu, Coba ke 3 Tempat Ini

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X