Jangan Nekat, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Traveling

Kompas.com - 20/11/2019, 19:45 WIB
Penduduk kota Benghazi melihat lokasi serangan bom mobil yang terjadi di tengah upacara pemakaman mantan komandan pasukan militer Libya, pada Kamis (11/7/2019). AFP / ABDULLAH DOMAPenduduk kota Benghazi melihat lokasi serangan bom mobil yang terjadi di tengah upacara pemakaman mantan komandan pasukan militer Libya, pada Kamis (11/7/2019).

KOMPAS.com - International SOS, sebuah perusahaan jasa risiko keamanan medis dan perjalanan, merilis annual  Travel Risk Map ke-11.

Travel Risk Map tersebut perkiraan tempat paling berbahaya untuk dikunjungi pada tahun 2020, serta masalah terbesar yang akan dihadapi para pelancong di tahun mendatang.

Dilansir laman Forbes, menurut Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS, risiko nomor satu untuk tahun depan adalah risiko dari pergeseran geopolitik.

"Kerusuhan sipil dihasilkan dari ketidaksetaraan dan orang-orang yang ingin memiliki situasi yang berbeda di negara mereka daripada di masa lalu," kata Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS.

"Kami telah melihat hal itu terutama di Hong Kong, di negara-negara berisiko rendah lainnya seperti Chili dan di beberapa negara berisiko tinggi seperti Bolivia, Ekuador, dan Lebanon."

Baca juga: Inikah Maskapai Paling Tidak Aman di Dunia?

Pada Travel Security Risk Map dunia, International SOS mencantumkan lima kategori risiko: tidak signifikan, rendah, sedang, tinggi dan ekstrem.

Menurut International SOS, peringkat ini didasarkan pada "ancaman saat ini yang ditimbulkan kepada para wisatawan dengan kekerasan politik (termasuk terorisme, pemberontakan, kerusuhan dan perang yang bermotivasi politik).

Ada juga kerusuhan sosial (termasuk kekerasan sektarian, komunal dan etnis) serta kekerasan.

Faktor-faktor lain termasuk infrastruktur transportasi, hubungan industrial, efektivitas keamanan dan layanan darurat, dan kerentanan terhadap bencana alam.

Baca juga: Seberapa Aman Berwisata di Jakarta?

Untuk tren ke depan hingga tahun 2020, Amerika Serikat masuk dalam daftar sebagai risiko keamanan perjalanan yang rendah.

Namun, ada kekhawatiran seputar dampak pemilihan presiden mendatang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Forbes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X