Ini Kisaran Tarif Porter di Stasiun Kereta Api

Kompas.com - 22/11/2019, 17:00 WIB
Jasa porter tampak masih banyak terlihat di Stasiun Pasar Senen, Rabu (20/11/2019). Meski tak memiliki patokan harga, namun jasa porter tetap diminati penumpang terutama penumpang lanjut usia dan keluarga. Nicholas Ryan AdityaJasa porter tampak masih banyak terlihat di Stasiun Pasar Senen, Rabu (20/11/2019). Meski tak memiliki patokan harga, namun jasa porter tetap diminati penumpang terutama penumpang lanjut usia dan keluarga.


JAKARTA, KOMPAS.com - Jasa porter amat mudah terlihat di setiap stasiun.

Biasanya, mereka menawarkan jasa membawa barang-barang berlebih penumpang saat akan berangkat dan turun kereta api.

Salah satu yang kerap kali jadi pertanyaan adalah, berapa tarif porter stasiun kereta api?

Menurut, Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, tak ada patokan harga untuk jasa porter.

"Biasanya penumpang memberi uang dengan sukarela, ada yang Rp 20.000 hingga Rp 30.000," kata Eva ketika ditemui Kompas.com di kantornya, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: 8 Langkah Beli Tiket Kereta Api Lewat KAI Access

Menurut Eva, jasa porter tidak dikelola langsung oleh PT KAI, melainkan sebatas pembinaan. Porter disebut memiliki koordinasi kerja sendiri di bawah seorang ketua.

Kendati demikian, diakui Eva, bagi siapa saja yang ingin bekerja sebagai porter harus mendaftar ke PT KAI.

"Porter itu semua ada seragamnya, jadi pastikan itu dibawa oleh petugas. Meski bukan dari kami, tapi tetap ada koordinator-nya, dan tetap harus terdaftar oleh kami," kata Eva.

"Jadi ada pembinaan dari kami juga. Cuma mereka mengelola sendiri, sehingga tidak ada penarifan di sana," lanjutnya.

Penumpang disarankan tetap berjalan beriringan dengan porter agar barang tetap aman terjaga.Nicholas Ryan Aditya Penumpang disarankan tetap berjalan beriringan dengan porter agar barang tetap aman terjaga.
Kompas.com menyambangi Stasiun Pasar Senen pada Rabu (20/11/2019) untuk bertemu dan bertanya langsung dengan porter soal tarif yang biasa dipatok ke pengguna jasanya.

Di Stasiun Senen, para porter tampak berseragam, lengkap dengan tulisan porter di bagian belakang, serta namanya di bagian saku depan.

Salah satu porter Stasiun Pasar Senen, Mamat (55), mengaku telah menggelutif profesi ini selama tiga dekade.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X